Suara.com - Renovasi rumah terkadang bisa menimbulkan keributan, terutama antar tetangga.
Sebab bagaimanapun, renovasi rumah bisa sangat mungkin memunculkan suara bising. Mulai dari bunyi ketokan palu, mengebor tembok, bahkan sampai motong keramik.
Namun sebagai tetangga tentu harus saling pengertian dengan kondisi tersebut. Seperti pasangan yang tengah merenovasi rumah mereka ini.
Melansir dari Worldofbuzz, merasa tak enak dengan tetangga karena renovasi rumah, pasangan ini memberikan hadiah manis.
Dalam video TikTok, pasangan itu menunjukkan bagaimana mereka memberikan hadiah kecil kepada setiap tetangga mereka sebelum mereka memulai renovasi.
Video tersebut telah mengumpulkan 98.000 tampilan, 4.592 suka, dan 166 komentar di Tiktok.
Bersamaan dengan hadiah, mereka melampirkan catatan yang mengatakan:
“Kami baru saja pindah ke (nomor unit). Karena kami akan mengadakan renovasi selama 2 bulan ke depan, berikut adalah beberapa kue dan teh untuk waktu minum teh Anda. Mohon terima ini sebagai bentuk permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan".
Setelah mereka membagikannya, mereka memulai renovasi rumah mereka.
Pasangan itu mengatakan bahwa mereka membagikan hadiah untuk memulai pertetanggan dengan baik dan benar.
“Ini benar-benar hanya isyarat untuk memulai dengan benar, maksud saya tidak mungkin kita bisa menebus kebisingan atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tetapi mungkin tindakan kecil dapat membantu,” ungkap salah satu pasangan dari Singapura tersebut.
Undang-undang Singapura menyatakan bahwa renovasi umum hanya dapat dilakukan dari pukul 9.00 hingga 18.00, Senin hingga Sabtu, tidak termasuk hari libur nasional.
“Semua orang ingin menikmati kedamaian dan ketenangan di rumah terutama pada jam 7 pagi,” ungkap salah satu dari pasangan tersebut.
Mereka menyatakan bahwa pemberian hadiah juga mengingatkan para tetangga untuk mewanti-wanti jika ada renovasi.
"Jika tidak diberi tahu [akan renovasi], maka tidak akan bisa mempersiapkannya, jadi itu akan benar-benar membuat frustrasi,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Sikap Doni Salmanan Saat Meminta Maaf Jadi Sorotan Publik, Dianggap Angkuh dan Tak Tulus: Kok Tangannya Begitu
-
Bapak dan Anak Gadis 'Bestie', Pas Sungkeman Nikah Bukannya Nangis Malah Kena Toyor, Warganet Ikut Kesengsem
-
Warganet Kecam Gadis Makan Ikan Mentah yang Masih Berdarah, Begini Video Klarifikasinya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat