Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena La Nina masih akan berlangsung cukup lama hingga pertengahan 2022, sehingga musim panas akan mundur dari biasanya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan akibatnya musim kemarau di 47,7 persen daerah di Indonesia akan mundur, 26,3 persen normal, dan 26 persen daerah masuk musim kemarau lebih awal.
"La Nina bertahan hingga pertengahan 2022. Artinya potensi peningkatan curah hujan masih bisa terjadi hingga pertengahan 2022. Dan 47 persen wilayah zona musim di Indonesia diprediksi akan terlambat masuk musim kemarau," kata Dwikorita dalam jumpa pers, Jumat (18/3/2022).
"Puncak musim kemarau tahun 2022 di wilayah Indonesia diperkirakan umumnya terjadi pada bulan Agustus 2022. Yaitu sebanyak 52,9 persen zona musim," sambungnya.
Musim hujan ini sudah terjadi sejak Oktober 2021 yang diperkirakan masih akan berlangsung lama akibat Fenomena La Nina.
Dwikorita memaparkan awal musim kemarau 2022 tidak berlangsung serentak di seluruh Indonesia, daerah Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa akan mengalami musim kemarau pada April.
Lalu sebagian Bali, Jawa, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, Maluku, dan sebagian Papua akan mengalami musim kemarau pada Mei, serta daerah lainnya akan mengalami kemarau pada Juni 2022.
"Kami simpulkan bahwa dalam prakiraan, musim kemarau 2022 tahun ini datang lebih lambat dibandingkan normalnya dengan intensitas yang mirip dengan kemarau biasanya," tegasnya.
"Dan satu hal lagi, saat ini kita masuk ke musim pancaroba, tadi sebagian sudah kemarau, tapi masih ada yang mundur, ini merupakan transisi musim hujan dan kemarau, ini sering diwarnai dengan kejadian angin kencang dan hujan lebat dalam durasi singkat dapat disertai kilat petir, jadi itulah yang perlu kira rekomendasikan untuk diwaspadai," tutup Dwikorita.
Baca Juga: Angin Kencang Sapu Wilayah Sleman, Sebanyak 15 Rumah dan Jaringan Listrik Rusak
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau seluruh Kementerian dan lembaga, khususnya pemerintah daerah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana yang terjadi akibat prakiraan musim kemarau ini.
Berita Terkait
-
Angin Kencang Sapu Wilayah Sleman, Sebanyak 15 Rumah dan Jaringan Listrik Rusak
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Wilayah Banten Jumat Dini Hari
-
Waspada Bencana! Jawa Tengah Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Ini Prakiraan Cuaca dari BMKG
-
Ramalan Cuaca Hari Ini Sampai Lusa, BMKG Warning Ancaman Banjir di Sejumlah Daerah Jatim
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
-
Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan
-
Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'
-
Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam
-
Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah
-
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko