- Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, tegaskan dukungannya pada kebijakan Presiden Prabowo bersihkan hambatan ekonomi.
- Presiden Prabowo tidak toleransi penghambat kemajuan ekonomi di birokrasi dan sektor swasta.
- Hashim Djojohadikusumo mengonfirmasi pembersihan birokrasi telah dimulai untuk mencopot pejabat merugikan.
Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan komitmen partainya untuk mengawal penuh kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam membersihkan hambatan bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Hal ini merespons sinyal kuat dari Presiden yang tidak akan menoleransi pihak-pihak, baik di birokrasi maupun sektor swasta, yang menjadi "telur busuk" dan merugikan negara.
Herman menyatakan, bahwa Partai Demokrat berada di barisan yang sama dengan Presiden Prabowo, terutama dalam upaya penegakan hukum dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Demokrat akan selalu mendukung kebijakan Presiden Prabowo, apalagi dalam hal penegakan hukum dan kesejahteraan rakyat," ujar Herman saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, langkah tegas Presiden untuk melakukan "bersih-bersih" di jajaran birokrasi merupakan syarat mutlak jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing di kancah global.
Ia menilai, integritas para pejabat publik menjadi kunci utama terciptanya tata kelola pemerintahan yang sehat.
"Syarat negara ini bisa maju dan bersaing dengan negara lain adalah birokrasi atau pejabatnya bersih. Hal ini sangat krusial karena dapat menciptakan pembangunan yang efisien dan efektif," lanjutnya.
Lebih lanjut, Herman menekankan bahwa keberadaan elemen-elemen yang menghambat kemajuan ekonomi hanya akan membebani rakyat.
Dengan birokrasi yang bersih dari praktik koruptif dan inefisiensi, diharapkan target-target pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintahan Prabowo dapat tercapai tepat sasaran.
Baca Juga: Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengirimkan sinyal kuat tidak akan menoleransi siapa pun yang menghambat kemajuan ekonomi Indonesia. Langkah tegas kini tengah disiapkan untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari para "telur busuk" yang selama ini merugikan negara.
Kabar mengenai rencana "bersih-bersih" besar-besaran ini diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam.
Hashim menegaskan bahwa momentum pembersihan di lingkup birokrasi sudah dimulai. Hal ini sekaligus menjawab tanda tanya publik mengenai pengunduran diri sejumlah pejabat kunci di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.
"Sekarang, tinggal masalah membersihkan 'telur-telur busuk' ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan," tegas Hashim dalam diskusi panel yang diikuti secara daring tersebut.
Adik kandung Presiden Prabowo ini memastikan bahwa pemerintah tidak akan pandang bulu. Elit yang terlibat praktik kriminal hingga perusakan lingkungan akan menjadi sasaran utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga