Lebih lanjut, Judha menyebut terdapat dua WNI di Warsawa, Polandia yang belum dievakuasi. Namun dua orang tersebut belum dapat dipulangkan karena terpapar Covid-19.
"Ada 2 orang WNI yang kita bisa kita evakuasi, namun karena mereka positif covid belum kita pulangkan ke Indonesia mereka sudah ada di warssawa sudah ada sejak tanggal 11 Maret 2022," papar Judha.
Kemudian sembilan WNI yang baru dievakuasi dari Kota Chernihiv. Sehingga total 11 WNI yang telah berada di zona aman.
"Lalu 9 WNI kita yang ada Chernihiv. Jadi total 11 WNI ada di zona aman," kata dia.
Selain itu Judha mengatakan bahwa sembilan WNI yang telah dievakuasi akan segera dilakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Warsawa, Polandia. Nantinya tim evakuasi kata Judha, akan memulangkan sembilan WNI tersebut ke tanah air pada Minggu 20 Maret 2022 dengan
"InsyaAllah segera setelah kita melaksanakan pemeriksaan kesehatan, tanggal 20 Maret nanti kita akan pulangkan ke Jakarta menggunakan pesawat komersil dan insyaAllah tanggal 21 Maret sdah tiba di Indonesia," papar Judha.
Ia menjelaskan bahwa total sebanyak 165 WNI di Ukraina.
Dari jumlah tersebut 133 sudah diupayakan kembali ke Indonesia. 32 WNI kata Judha memilih menetap di Ukraina.
"Yang telah kita upayakan kembali ke Indonesia total ada 133. Dalam evakuasi sudah zero dan ada 32 WNI yang memlih tetap tinggal di Ukraina. Dimana sembilan adalah staf esensial dan keluarga dari KBRI Kyiv dan dalam hari ini kami tetap menjalin komunikasi dengan WNI kita untuk memantau kondisi mereka," katanya.
Baca Juga: Pesan WNI Pengungsi dari Ukraina untuk Netizen Indonesia: Tolong Jangan Komen yang Menyakitkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam