Setelah Thailand meluncurkan skema "Sandbox " pada bulan Juli, di mana wisatawan asing yang divaksinasi tidak perlu menjalani karantina lagi, turis asing yang datang paling banyak adalah dari Rusia, harian South China Morning Post baru-baru ini melaporkan.
Dampak pada 'semua maskapai, pasar, dan wilayah' Vietnam dan Thailand dilaporkan mengharapkan bisa menyambut sekitar 1,8 juta turis dari Rusia tahun ini, tapi target itu sekarang tidak mungkin tercapai.
Padahal sektor pariwisata diharapkan bisa menjadi pendorong utama dalam upaya pemulihan sektor ekonomi yang hancur karena pandemi Covid-19.
Pra-pandemi, pariwisata di Thailand menyumbang sekitar 12% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan seperlima tenaga kerja Thailand dipekerjakan di industri ini.
Selain kehilangan pengunjung dari Rusia, perang di Ukraina diperkirakan memiliki implikasi yang lebih luas di Asia Tenggara.
"Konflik Ukraina berdampak pada semua maskapai penerbangan, semua pasar dan semua wilayah," kata Brendan Sobie, analis independen dan pendiri perusahaan Sobie Aviation yang berbasis di Singapura.
Akibatnya, maskapai penerbangan harus menaikkan tarif mereka. AirAsia Malaysia telah mengatakan akan memberlakukan kembali biaya tambahan bahan bakar, biaya yang dihapuskan sejak 2015.
Beberapa hari kemudian, Malaysia Airlines mengatakan akan melakukan hal yang sama mulai 23 Maret di rute tertentu.
Tetapi penerbangan yang lebih mahal juga akan mengurangi jumlah pelancong internasional ke Asia Tenggara, kata para analis. Apalagi, perang di Ukraina mengakibatkan kemerosotan ekonomi dan inflasi di banyak kawasan dunia.
Baca Juga: Utusannya Disebut Mata-mata dan Diusir di PBB, Rusia Bakal Balas Amerika Serikat
Seberapa besar dampak semua ini terhadap upaya Asia Tenggara membangkitkan lagi sektor pariwisatanya masih harus ditunggu. Namun yang jelas terlihat, optimisme di pihak otoritas pariwisata di kawasan itu mulai kembali meredup. (hp/as)
Berita Terkait
-
Manfaatkan Abaya Pavilion, Bank BSN Genjot Inklusi Keuangan Syariah
-
Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi