Suara.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebutkan keputusan Indonesia untuk mengizinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 sebagai "langkah yang terlalu jauh”.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada hari Kamis (24/03) menyebutkan keputusan Indonesia untuk mengizinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk duduk bersama para pemimpin dunia lainnya pada KTT G20 tahun ini akan menjadi "langkah yang terlalu jauh”.
Morrison mengatakan dia telah melakukan "kontak langsung" dengan Presiden Joko Widodo, dan salah satunya membahas kehadiran Putin di G20.
PM Australia itu mengaku keberatan dengan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 yang akan digelar di Bali.
PM Morisson mengatakan alasan atas keberatannya ini adalah perang Rusia di Ukraina.
"Rusia telah menginvasi Ukraina. Ini adalah tindakan kekerasan dan agresif yang menghancurkan aturan hukum internasional," kata Morrison saat konferensi pers di Melbourne, Australia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva pada Rabu (23/03) menyebutkan bahwa Putin berniat memenuhi undangan Indonesia untuk hadir pada KTT G20 bulan November mendatang.
Sebelumnya, Cina menyebut Rusia sebagai "anggota penting" G20 dan mengatakan, tidak ada anggota yang berhak untuk mengusir negara lain.
Pernyataan ini disampaikan setelah Washington membuka peluang untuk mendepak Moskow.
Baca Juga: Soal Keputusan Undang Putin Di KTT G20 Bali, Legislator PDIP: Harus Ada Kesepakatan Dulu
KTT G20 adalah pertemuan yang menyatukan negara dengan ekonomi top dunia, termasuk Amerika Serikat, Cina, Jepang dan beberapa negara Eropa.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, Australia telah melarang semua ekspor alumina dan bauksit ke Rusia serta menjanjikan lebih banyak senjata dan bantuan kemanusiaan ke Ukraina.
Selain itu, pemerintah Australia juga elah menjatuhkan 476 sanksi terhadap individu dan institusi Rusia. ts/yp (AFP)
Berita Terkait
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
5 Day Cream yang Mencerahkan Wajah, Bisa Dibeli di Indomaret Mulai Rp15 Ribuan
-
35 Ucapan Hari Ibu Sedunia Tanggal 10 Mei 2026 yang Penuh Haru
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
5 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Cek Sebelum Membeli
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo