Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) melibatkan puluhan masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kuliner yang menyediakan berbagai pangan lokal Indonesia untuk mempromosikan makanan khas Indonesia dalam acara Banteng Ride and Night Run. Dalam acara itu, PDIP juga membagikan 1.000 sepeda dan 2.000 sepatu kepada guru dan siswa di wilayah pelosok.
Dikutip dari Antara, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengapresiasi acara yang digelar oleh partai berlambang banteng hitam bermoncong putih itu.
“Kalau PDI Perjuangan bikin acara, selalu tertib, guyub, dan rukun. Mudah-mudahan acara ini berjalan lancar,” kata Pramono dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Minggu (27/3/2022).
Selain booth makanan khas Indonesia, ada juga booth khusus RedMe yang merupakan penyedia berbagai atribut PDIP yang sporty dan berjiwa anak muda.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa PDIP merayakan acara Banteng Ride and Night Run dalam rangkaian HUT ke-49 PDIP.
Sekaligus, katanya lagi, ada unsur sosial dengan persembahan bantuan 1.000 sepeda dan 2.000 sepatu yang akan diberikan oleh PDIP kepada guru serta siswa di wilayah terpencil.
“Maka di pagi yang cerah ini, terima kasih berkat BMKG. PDI Perjuangan ini high tech juga. Sebelum acara, kami cek prakiraan dari BMKG dulu. Terima kasih ke BMKG karena memprediksi cuaca cerah hari ini. Terima kasih buat semuanya, be happy,” ujar Hasto.
Hasto Kristiyanto juga menyapa para peserta yang hadir sembari menyampaikan salam dari Ketua Umum PDIP dan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. PDIP menggelar acara ini sesuai dengan pesan Bung Karno, Proklamator RI, yakni men sana in corpore sano.
“Bahwa di dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang kuat. Tapi PDI Perjuangan juga mendukung serta menggelorakan agar anak-anak muda berkreativitas. Maka bergembira, sehat, namun di saat yang sama menggelorakan semangat cinta pada tanah air,” kata Hasto.
Ratusan peserta roadbike hadir di kawasan Parkir Timur, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.
Sejumlah tokoh juga tampak hadir, seperti Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga Eriko Sotarduga, Kepala Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP Aria Bima bersama Sekretarisnya Rano Karno, serta anggota DPR Deddy Yevri Sitorus. (Antara)
Berita Terkait
-
Politisi PDIP Ajak Umat Kristen Jadikan Pancasila Sebagai Way of Life, Apa Maksudnya?
-
Gilbert PDIP Pertanyakan Urgensi Tarif Integrasi Transportasi: Mengapa Mendadak Jadi Masalah yang Urgent?
-
PDIP Keras Tolak Usulan Penundaan Pemilu 2024, Cak Imin Tunggu Dipanggil Megawati
-
Katai Emak-emak Hanya Menggoreng, Omongan Megawati Disebut Bentuk Perhatian
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari