- Pelajar MAH (16) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ditangkap karena diduga membunuh kakak kandungnya (MAR) memakai palu, Selasa sore.
- Polres Metro Jakarta Utara sedang mendalami motif pelaku yang diduga dipicu rasa iri terhadap perhatian orang tua.
- Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi yang sedang berlangsung di rumah sakit terkait insiden ini.
Suara.com - Kepolisian mengungkap dugaan pembunuhan dalam lingkup keluarga yang terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang pelajar berinisial MAH (16) ditangkap setelah diduga memukul kepala kakak kandungnya hingga tewas menggunakan palu, Selasa (24/2) sore.
Peristiwa tersebut kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara. Polisi masih mendalami latar belakang dan motif pelaku, mengingat hubungan dekat antara korban dan terduga pelaku.
“Kami masih melakukan penyidikan juga mendalami motif sebenarnya dari pelaku sampai bisa melakukan aksi keji terhadap kakak kandungnya berinisial MAR (22) tersebut,” kata Kasat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara, Ni Luh Sri Arsini, di Jakarta, Rabu.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga kasus ini berkaitan dengan persoalan internal keluarga. Pelaku disebut menyimpan rasa iri terhadap korban yang dinilai lebih sering mendapat perhatian dari orang tua.
"Ibunya usaha jualan di luar dan bapaknya tinggal terpisah dengan mereka," ujarnya.
Sri menjelaskan, sebelum kejadian, pelaku diduga telah memendam kekesalan dalam waktu cukup lama hingga berujung pada tindakan kekerasan yang merenggut nyawa kakaknya sendiri.
Sementara itu, jenazah korban masih menjalani proses autopsi di rumah sakit guna memastikan penyebab pasti kematian.
"Korban masih di autopsi, belum keluar hasilnya," kata dia.
Baca Juga: Motif Terkuak, Hirarki Barak Picu Penganiayaan yang Tewaskan Bripda Dirja di Sulsel
Berita Terkait
-
Motif Terkuak, Hirarki Barak Picu Penganiayaan yang Tewaskan Bripda Dirja di Sulsel
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion