Suara.com - Pertanyaan publik mengenai harga kenaikan BBM terutama Pertamax terjawab sudah oleh pemerintah melalui PT Pertamina pada Jum’at (01/04/2022).
Pertamina menetapkan harga pertamax yang sebelumnya Rp.9.000-Rp.9.400 per liter menjadi Rp.12.500 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Harga yang telah ditetapkan oleh Pertamina tidak berlaku untuk semua provinsi. Harga Pertamax Rp.12.500 hanya berlaku di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggra Barat, Aceh dan DKI Jakarta.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Irto Ginting mengatakan, harga pertamax di semua daerah yang menetapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, naik menjadi Rp12.500. Hal ini termasuk DKI Jakarta.
"(Harga pertamax) berbeda karena pajak. Betul (harga pertamax di DKI Jakarta Rp12.500 per liter)," jelas Irto.
Dan berikut adalah daftar harga BBM jenis Pertamax di tiap daerah, yang berlaku mulai 01 April 2022:
- Prov. Nanggroe Aceh Darussalam Rp12.500
- Prov. Sumatera Utara Rp12.750
- Prov. Sumatera Barat Rp12.750
- Prov. Riau Rp13.000
- Prov. Kepulauan Riau Rp13.000
- Kodya Batam (FTZ) Rp13.000
- Prov. Jambi Rp12.750
- Prov. Bengkulu Rp13.000
- Prov. Sumatera Selatan Rp12.750
- Prov. Bangka-Belitung Rp12.750
- Prov. Lampung Rp12.750
- Prov. DKI Jakarta Rp12.500
- Prov. Banten Rp12.500
- Prov. Jawa Barat Rp12.500
- Prov. Jawa Tengah Rp12.500
- Prov. DI Yogyakarta Rp12.500
- Prov. Jawa Timur Rp12.500
- Prov. Kalimantan Barat Rp12.750
- Prov. Kalimantan Tengah Rp12.750
- Prov. Bali Rp12.500
- Prov. Nusa Tenggara Barat Rp12.500
- Prov. Nusa Tenggara Timur Rp12.500
- Prov. Kalimantan Selatan Rp12.750
- Prov. Kalimantan Timur Rp12.750
- Prov. Kalimantan Utara Rp12.750
- Prov. Sulawesi Utara Rp12.750
- Prov. Gorontalo Rp12.750
- Prov. Sulawesi Tengah Rp12.750
- Prov. Sulawesi Tenggara Rp12.750
- Prov. Sulawesi Selatan Rp12.750
- Prov. Sulawesi Barat Rp12.750
- Prov. Maluku Rp12.750
- Prov. Maluku Utara Rp12.750
- Prov. Papua Rp12.750
- Prov. Papua Barat Rp12.750
Sementara, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, harga BBM Pertamax di Indonesia masih di bawah harga BBM Pertamax di Asia Tenggara, yang dibanderol antara Rp.14.000 – Rp. 15.000 per liter.
Kepala Biro Komunikasi Layanan Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi juga mengatakan, bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi penyebab utama harga minyak mentah menjadi naik.
Stok minyak mentah dari Rusia dan Kazaksthan terganggu akibat perusakan pipa Caspian Pipeline Consortium, sehingga pasaokan ke Uni Eropa berkurang.
Baca Juga: Jeritan Warga Jakarta soal Kenaikan Harga Pertamax: Bensin Naik, Gaji Gak Naik
Dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp16.000 per liter," jelas Agung.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Berita Terkait
-
Jeritan Warga Jakarta soal Kenaikan Harga Pertamax: Bensin Naik, Gaji Gak Naik
-
Luhut Beri Sinyal Harga Gas 3 Kg dan Pertalite Bakal Naik, Warganet: Hadiah Ramadhan dari Opung
-
Sebut Indonesia Paling Lambat Naikkan Harga BBM, Menko Luhut Sebut kalau Pertamax Tidak Naik Pertamina Bisa Jebol
-
Warga Kota Cimahi dan Bandung Barat Buru Pertalite, Antrean Mengular di Sejumlah SPBU
-
Pertamax Rp 12.500 per Liter, Menko Luhut Binsar: Indonesia Lambat Naikkan Harga
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?