Suara.com - Berpindah kepercayaan atau agama adalah sebuah keputusan yang tak mudah bagi siapapun.
Dalam hal ini, sebuah keluarga memutuskan berpindah agama menjadi Islam atau mualaf usai mendapatkan hidayah tak terduga.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @jurnalisjunior, sebuah keluarga tengah dituntun untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.
Keluraga yang terdiri dari setidaknya 5 orang itu dituntun untuk menjadi mualaf.
Menurut keterangan akun tersebut, keluarga tersebut adalah keluarga Tionghoa di Jakarta Pusat.
"Satu keluarga Tionghoa mengucapkan dua kalimat Syahadat untuk memeluk Agama Islam atau jadi mualaf," ungkap akun tersebut.
Alasan keluarga tersebut mantap menjadi muslim adalah karena mengaku mendapatkan hidayah usai anak sakit.
"Alasan satu keluarga jadi Mualaf kerekan adanya musibah dan penyakit anaknya tidak kunjung sembuh sembuh," tulis akun @jurnalisjunior.
"Begitu dirinya diperkenalkan dengan agama Islam, satu keluarga Tionghoa tersebut diberikan hidayah anaknya mulai sembuh," imbuhnya.
Baca Juga: Clarence Seedorf Antusias Jalani Ramadan Pertama sebagai Mualaf
Setelah itu akhirnya kepala keluarga dan seluruh anggota keluarga memutuskan untuk menjadi mualaf.
Prosesi menjadi mualaf mereka disebut dilakukan di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Video yang diunggah pada Minggu (3/4/2022) itu tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Alhamdulillah kuasa Allah," komentar warganet.
"MasyaAllah, Alhamdulillah," balas warganet lain.
"Saya suka, barakallah," tulis warganet di kolom komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara