Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini dinyatakan positif Covid-19. Risma positif terinfeksi Covid-19 usai menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC) di Riyadh, Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Harry Hikmat menuturkan, Risma terdiagnosis covid-19 saat melakukan tes setelah tiba di Indonesia. Kini Risma tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya.
"Beliau (Menteri Sosial-Tri Rismaharini) tengah menjalani isoman di rumah dari 2 April waktu kembali dari Ryadh. Pas jalan darat, pas sampai rumah, beliau punya dokter pribadi yang biasa mengecek kesehatan ternyata positif (Covid-19)," tutur Harry Hikmat dalam Konferensi Pers Rakornas Upaya Penghormatan Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa, (5/4/2022).
Harry Hikmat menerangkan, sebelumnya mantan Wali Kota Surabaya itu sempat mengalami asma. Namun, kondisinya kini sudah membaik.
"Perkembanganya semakin haik, beliau tidak mengalami hal-hal yang mengkhawatirkan. Komunikasi dengan kami lancar," ujarnya.
Risma diagendakan membuka rapat kerja nasional (rakornas) upaya penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas hari ini. Namun, karena kondisi kesehatan itu, Harry harus menggantikan Risma. Selain Risma, ada tiga orang lainnya yang terpapar covid-19. Namun, Harry tak memerinci identitas mereka.
"Dari delegasi, tiga orang terkena covid-19, sisanya negatif. Mohon doanya, agar ibu Menteri segera pulih, sehat walafiat dan bergabung dengan kita dalam bekerja dan melanjutkan perjuangan," ucapnya.
Sebagai informasi, saat di Ryadh, Risma sempat menyapa sekitar 20 orang perwakilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kedutaan Besar RI (KBRI), Riyadh. Dalam pertemuan tersebut, Risma berdialog dengan perwakilan PMI.
Risma juga mempersilakan mereka mengungkapkan keinginan dan permasalahan yang mereka hadapi. Risma kemudian memberikan sejumlah arahan dan kebijakan, termasuk membantu masalah yang mereka hadapi, memfasilitasi kepulangan mereka hingga memberikan layanan dasar.
Baca Juga: Bertambah 34 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Lampung Capai 72.305 Orang
Secara umum Risma juga menyampaikan apresiasi karena PMI berjuang mencari penghidupan di luar negeri, secara bersamaan mereka menghadapi situasi yang tidak mudah.
“Saya memahami ibu-ibu di sini bekerja untuk memberi nafkah keluarga. Dan itu tidak mudah karena memang di negeri orang, sementara keluarga ada di tanah air. Tetap semangat karena ibu-ibu adalah pahlawan devisa. Di tengah berbagai tantangan, yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik,” kata Risma dalam kesempatan itu.
Data dari KBRI Riyadh, terdapat 177 orang PMI yang saat ini ditampung di shelter Ruhama KBRI di Riyadh dengan berbagai jenis masalah. Mereka ada yang gajinya tidak dibayar, korban pelecehan, korban kekerasan, dan sebagainya.
Masalah yang dihadapi PMI sangat kompleks dan tidak ringan. Namun, tantangan yang tidak kalah berat adalah keberadaan PMI di luar negeri yang harus hidup terpisah dengan orang yang mereka cintai di tanah air. Oleh karena itu, Risma menawarkan kesempatan kepada PMI yang berniat pulang ke Indonesia, Kemensos siap memfasilitasi.
“Bagi yang ingin kembali ke tanah air, Kemensos siap memfasilitasi pemulangan PMI dari Arab Saudi ke Indonesia, kecuali bagi PMI yang masih bermasalah dengan hukum,” katanya.
Bersamaan dengan kunjungan Risma, ada 34 orang PMI yang akan dipulangkan dengan biaya KBRI. Atas arahan Risma, mereka akan dijemput dan diberikan pendampingan oleh tim Kemensos. Mereka juga akan mendapatkan layanan dasar sementara di Sentra Mulya Jaya, milik Kemensos. Untuk PMI yang bermasalah, Kemensos di antaranya akan membantu seperti membayar denda dari setiap PMI yang tidak memiliki iqomah (identitas kependudukan sementara).
Selanjutnya bila masalah hukum mereka sudah selesai, akan difasilitasi kepulangannya ke tanah air. Tim Kemensos juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan dan kemampuan PMI terutama setelah mereka kembali ke tanah air. Kemensos akan melakukan pendampingan dan bantuan sehingga mereka dapat hidup mandiri.
Berita Terkait
-
Polisi di Riau Gagalkan Pengiriman Puluhan Calon TKI Ilegal ke Malaysia
-
Awalnya Tes Mandiri karena Flu, Haein LABOUM Dinyatakan Positif Covid-19 Usai PCR
-
Update Covid-19 Global: 72 Persen Penularan di AS Akibat Subvarian Omicron BA.2
-
Polisi Tangkap Penyalur 75 PMI Ilegal di Sumut
-
Update: Covid-19 Indonesia Tambah 1.661 Orang, 61 Jiwa Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed