Ramai menjadi perbincangan di Vietnam, aksi pencurian yang dilaporkan oleh situs Sohu. Bukan pencurian biasa, tetapi kasus tersebut merambah hingga ke perbuatan ilegal lain yang merumitkan situasi.
Melansir dari Saostar, kronologi tersebut terjadi saat pemilik supermarket kecil di Vietnam bernama Tuan Luu tengah menjalankan bisnisnya tersebut seperti biasa. Namun, dalam dua bulan terakhir, ia melakukan inventarisasi dan dihasilkan ada beberapa jumlah produk yang tidak cocok, produk tersebut berasal dari kategori perawatan kulit.
Pemilik supermarket tersebut kemudian mencurigai bahwa telah terjadi pencurian di tokonya. Untuk membuktikan dugaannya tersebut, Tuan Luu kemudian berinisiatif untuk melacak dan memeriksa lebih lanjut, hingga ia menemukan bahwa terdapat seorang pelanggan wanita di tokonya, bermarga Ton yang sudah lama mengunjungi area kosmetik, tetapi tidak pernah membeli produk apapun di tokonya.
Tuan Luu akhirnya memutuskan untuk menyiapkan kamera CCTV untuk melihat apa saja yang dilakukan oleh wanita tersebut. Beberapa hari kemudian, Nona Ton kembali mengunjungi supermarketnya dan datang ke area kosmetik. Pak Luu memantau sepenuhnya gerak gerik dari Nona Ton hingga ia melihat keseluruhan proses pencurian gadis tersebut melalui pantauan kamera pengintai.
Aksi pencurian yang dilakukan oleh Nona Ton pun terungkap dan terbukti dengan adanya kamera tersebut. Lebih lanjut, Pak Luu menuntut Nona Ton untuk membayar sebesar 800 yuan untuk barang yang ia curi, dan dituntut untuk membayar denda sebesar 200 yuan di tempat.
Sempat terjadi perlawanan, Nona Ton menyerukan bahwa dirinya memiliki uang untuk membeli produk tersebut, dan tidak harus mencuri untuk memilikinya. Lebih mengejutkan lagi, Nona Ton justru “merayu” Pak Luu, pemilik supermarket, dan mengatakan bahwa dia siap melakukan hubungan badan dengan Pak Luu.
Melihat ada gadis cantik di depannya dengan tawaran seperti itu, Pak Luu akhirnya setuju dan kemudian menjalin hubungan dengan Nona Ton. Tak disangka, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Nona Ton justru memalingkan wajahnya dan meminta uang sebesar 600 yuan kepada Tuan Luu. Tidak berhenti sampai di situ, Pak Luu tidak terima dan kemudian melaporkan Nona Ton ke pihak berwajib. Namun, Nona Ton justru berbalik dan menuduh pria tersebut atas tuduhan pemerkosaan.
Kejadian rumit tersebut berlanjut hingga ke meja hukum. Dalam menyelesaikan kasus tersebut, pertama-tama, Tuan Luu diketahui meminta Nona Ton untuk membayar uang sebanyak 800 yuan atau sekitar 2,9 juta VND untuk barang yang dicurinya. Tuan Luu menemukan bahwa Nona Ton telah melakukan pencurian lebih dari tiga kali.
Menurut peraturan yang ada di negara tersebut, jika pencurian lebih dari 3 kali dan dilakukan dalam waktu dua tahun, maka jumlah pencurian tidak diperhitungkan dan tindakan itu dapat dihukum sebagai pencurian. Oleh karenanya, tindakan Nona Ton tersebut merupakan tindakan pencurian properti.
Baca Juga: Viral! Ustazah Piawai Kendarai Mobil JDM R33
Kedua, selama menjalani hubungan dengan Nona Ton, Tuan Luu tidak melanggar keinginan seksual Nona Ton, tetapi Nona Ton justru secara aktif ingin melakukan hubungan badan dengan Tuan Luu, oleh karena itu, tindakan Pak Luu tidak termasuk ke dalam kategori pemerkosaan.
Ketiga, Nona Ton meminta Pak Luu untuk membayar uang sebesar 600 yuan, jika permintaannya tersebut tidak dituruti, maka Nona Ton mengancam akan memanggil polisi. Perilaku tersebut merupakan tindakan pemerasan. Namun, karena jumlah pemerasan tidak memenuhi kriteria, maka tuduhan tersebut tidaklah cukup. Oleh karenanya, Nona Ton akan dihukum berupa pelanggaran keamanan publik.
Dari kasus tersebut, keduanya sama-sama terjerat hukum. Nona Ton dikenai hukuman atas tuduhan pencurian, tuduhan palsu dan pementasan, pemerasan dan prostitusi, sedangkan Pak Luu membeli seks.
Permasalahan yang awalnya sederhana yaitu pencurian biasa, menjadi peristiwa rumit dan besar, akibat dari keegoisan masing-masing pihak, hingga melakukan banyak tindakan yang ilegal.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Demi Bisa Ikut Sidang Skripsi, Mahasiswi di Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka usai Aniaya WNA hingga Tewas di Blok M
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
-
10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon
-
Tabungan Nikah Rp83 Juta Ludes! Pemilik WO Jaktim Diburu Polisi Usai Tipu Calon Manten
-
KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak
-
TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi
-
Darurat Mafia Tanah, BPN Banjarbaru Dilaporkan ke Ombudsman Buntut Sengketa di Jalan Aneka Tambang
-
Lebaran di Penjara, 52 Koruptor Muslim di Rutan KPK Diizinkan Salat Iduladha dan Terima Keluarga
-
RS Pondok Indah Hingga Binus Masuk Daftar, Nekat Beroperasi Tanpa SLF