Suara.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi soal hasil survei yang menunjukkan elektabilitasnya unggul dalam Pemilu 2024. Diketahui, berdasarkan hasil survei elektabilitas Gibran cukup tinggi.
Bahkan, Gibran disebut-sebut dapat menggantikan posisi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Menanggapi hal tersebut, Gibran justru tak ingin apabila karir politiknya disamakan dengan sang ayah yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, Jokowi memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Solo hingga kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Rupanya hal serupa juga dialami oleh Gibran. Diketahui, Gibran diunggulkan bakal menjadi cagub Jateng atau DKI Jakarta.
Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Gibran. Ia mengaku ogah apabila karir politiknya disamakan seperti Presiden Jokowi. Dia langsung membantah jika dirinya mengikuti jejak sang ayah.
"(Saya) mengikuti jejakku sendiri, (jangan disamakan dengan Jokowi) lama-lama malah seperti (cerita) hokage ke tujuh (dalam serial anime) Boruto, enggak-enggak," kata Gibran, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Selasa (19/4/2022).
Selain itu, Gibran mengaku tak mau menjadi penantang para seniornya di Pilgub Jateng 2024.
"Saya tidak menantang siapa-siapa," ujarnya. Gibran pun mengaku bahwa setiap kali pertemuan dengan petinggi parpol, hal yang dibicarakan sedikit menyinggung soal Pilgub Jateng dan DKI Jakarta.
Baca Juga: Klarifikasi Berita yang Mengutip Pernyataan Mahfud MD tentang Kritikan Amien Rais ke Jokowi
"Agenda yang obrolkan, Jateng dan DKI, ya, ada, menyinggung sedikit," jelasnya.
Gibran menambahkan, dirinya mengaku tak melakukan persiapan apapun menjelang Pemilu 2024.
"Aku tidak persiapan, aku, kan, anak bawang," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Gibran Rakabuming digadang-gadang bakal maju pada Pilgub DKI Jakarta.
Akan tetapi, berdasarkan hasil survei elektabilitas cagub Jateng, Gibran berhasil unggul daripada lainnya.
"Pada simulasi elektabilitas Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka berada pada posisi teratas jika pilkada dilaksanakan hari ini," kata Yunarto Wijaya selaku Direktur Charta Politika, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Jumat (15/4/2022).
Berita Terkait
-
Mardani PKS soal Menteri-menteri Jokowi Maju Pilpres: Semakin Banyak Orang Ingin jadi Capres-Cawapres Semakin Bagus
-
Kaesang Bocorkan Rencana Jokowi Setelah Tak Lagi Jabat Presiden, Bakal Jadi Ketua Partai?
-
Klarifikasi Berita yang Mengutip Pernyataan Mahfud MD tentang Kritikan Amien Rais ke Jokowi
-
Minta Polemik Penundaan Pemilu 2024 Harus Segera Diakhiri, Puan Maharani: Jangan Bicara Lagi Tentang Hal Itu
-
Amin Rais Sebut Luhut Binsar Pandjaitan Narsistic Megalomania, Apa Itu?
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar