News / nasional
Ruth Meliana Dwi Indriani
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pelantikan pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta dan Maluku di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan posisi partia yang dipimpinnya. Meski tidak masuk pemerintahan, ia mengatakan Demokrat tidak akan menjadi oposisi brutal.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, AHY menjelaskan Parati Demokrat memang menjadi oposisi pemerintah. Walau begitu, ia tidak ingin partainya menjadi oposisi brutal yang tidak memiliki akal sehat.

"Kami tidak ingin menjadi oposisi brutal yang tidak menggunakan akal sehat, yang penting asal beda, bukan seperti itu," kata AHY di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/4/2022).

AHY menjelaskan, Partai Demokrat secara de facto dan de jure memang berada di luar pemerintahan nasional. Meski demikian, ia menyebut peranDemokrat mulia.

Baca Juga: Beda Jauh dengan SBY, MRP Ngaku Tak Pernah Ditemui Jokowi saat Kunjungi Papua: Semangat Blusukan Itu ke Mana?

Menurutnya, politik dan demokrasi di Indonesia tidak bisa hidup, jika tidak ada kekuatan dari luar. Karena itu, fungsi dari oposisi adalah untuk menyeimbangkan dan mengontrol demokrasi.

"Demokrasi sehat bisa tumbuh, berkembang kalau ada proses check and balance (saling mengontrol). Demokrat sedang memainkan peranan itu," jelasnya.

AHY juga mengungkap banyak masyarakat memberikan apresiasi terhadap partai oposisi. Hal itu membuat Partai Demokrat bisa tetap lantang dalam menyampaikan masukan ke pemerintah dengan positif. 

Lebih lanjut, AHY mengatakan, Partai Demokrat selalu mengedepankan kritik yang membangun sesuai fakta yang ada, serta berdasarkan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat.

Tak hanya itu, AHY juga menegaskan pihaknya ingin pemerintahan sukses dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan amanat rakyat.

Baca Juga: Politisi Nasdem Soroti Kasus di Lombok Tengah Pasca Gelaran MotoGP, Pertanyakan Kinerja Kapolres

"Kami tidak ingin ditertawakan sejarah, kami hanya ingin menyampaikan fakta sebenarnya, jika ada yang perlu dikritisi ya kita kritisi," ungkapnya.

Komentar

terkini