- Media Bloomberg menuduh Ayatollah Mojtaba Khamenei memiliki aset properti di Inggris senilai USD130 juta sejak 2014.
- Klaim tersebut dibantah perwakilan Iran, menyatakan keluarga Khamenei hidup sederhana dan tinggal di rumah kontrakan.
- Aset yang disorot ternyata milik Ali Akbar Ansari, bankir yang asetnya dibekukan dan disita Inggris karena terkait Garda Revolusi.
Suara.com - Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dituduh mempunyai rumah super mewah di London, Inggris.
Klaim itu disebar oleh media Daily Mail, yang menyebut Mojtaba secara diam-diam mengumpulkan portofolio investasi yang fantastis sejak tahun 2014, meskipun dirinya berada di bawah sanksi Amerika Serikat sejak 2019.
Laporan ini memicu gelombang diskusi panas di kalangan pengamat geopolitik dan ekonomi internasional.
Aset yang berhasil dilacak mencakup properti di Inggris senilai lebih dari USD130 juta atau setara Rp 2 triliun lebih.
Selain rumah-rumah mewah, kekayaan tersembunyi ini juga meliputi hotel-hotel kelas atas di Eropa hingga rekening bank dengan pendanaan jumbo yang terhubung ke Swiss dan Uni Emirat Arab (UEA).
Tinggal di rumah kontrakan
Namun, klaim tersebut segera terbantahkan. Representatif Pemimpin Tertinggi Iran di India, Abdul Majid Hakim Ilahi, menegaskan dirinya sangat dekat dengan Mojtaba maupun mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Selama itu pula, kata dia, dirinya tak pernah mendapati keluarga Khamenei menumpuk kekayaan. Sebaliknya, keluarga itu hidup dalam kemiskinan.
"Ayatollah Ali Khamenei, 47 tahun berada di level atas pemerintahan Iran. Dia dua kali menjabat presiden. Beberapa tahun menjadi anggota parlemen. Lalu, 37 tahun hidupnya sebagai pemimpin tertinggi. Selama itu, keempat anaknya tak pernah dibiarkan menjadi pejabat," kata Hakim Ilahi, dikutip hari Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
Ia lalu melanjutkan, "Selama Ali Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi, keempat anaknya tinggal di rumah kontrakan bersama keluarga."
Belakangan diketahui, aset-aset yang disebut Daily Mail kepunyaan Mojtaba itu adalah milik bankir asal Iran bernama Ali Akbar Ansari.
Ali Ansari adalah pemilik Bank Ayandeh yang telah dibekukan oleh Bank Sentral Iran pada Oktober 2025. Dia juga pemilik Iran Mall.
Pada tahun yang sama, pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada Ali Ansari karena diduga mendanai operasional Korps Garda Revolusi Iran.
Seluruh aset Ali Ansari telah dibekukan dan disita oleh pemerintah Inggris, termasuk kompleks perumahan yang diklaim Bloomberg sebagai milik Mojtaba Khamenei.
Berita Terkait
-
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
-
Eks Penasihat PM Israel Bongkar Skenario Partai Likud Selamatkan Benjamin Netanyahu
-
Iran Tantang Donald Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia Jika Berani: Kami Kendalikan Selat Hormuz
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia
-
Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh
-
Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan
-
Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah
-
Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih
-
Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad