Suara.com - Peristiwa penagihan hutang berujung perdebatan sengit antara penagih dan orang yang berhutang memang kerap kali terjadi di kalangan masyarakat.
Seperti terlihat dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @terangmedia. Akun ini mengunggah momen emak-emak mengamuk ketika ditagih hutangnya.
"Seorang emak marah-marah saat ditagih hutang oleh dua orang perempuan dari pihak koperasi," tulis akun ini sebagai keterangan unggahan dikutip Suara.com, Sabtu (23/4/2022).
Dalam video yang diduga direkam oleh salah satu penagih hutang, tampak seorang emak yang marah-marah kepada perempuan yang menagih utangnya.
Perempuan ini merupakan salah satu karyawan koperasi yang bertugas menagih hutang. Emak-emak ini memarahi petugas koperasi yang saat itu duduk di depan rumahnya.
Emak-emak ini sepertinya mengamuk meminta perpanjangan waktu untuk membayar hutangnya. Namun, petugas tidak bisa memberikannya.
"Nggak bisa sampai hari Sabtu," ucap petugas yang merekam.
Sontak, emak-emak ini masuk ke dalam rumah hendak menutup pintu. Akan tetapi, ia justru berubah pikiran dan mengambil sebuah botol kaca bekas dan mengacungkannya kepada para penagih hutang.
Sambil marah-marah dan mengacungkan botol kaca, emak-emak ini tetap kekeuh meminta pengertian petugas koperasi.
Baca Juga: Santri Ini Menangis Dijenguk Mamanya Usai 3 Tahun di Pesantren Tak Bertemu
Sementara itu, petugas koperasi memberi penjelasan bahwa hutang harus dibayarkan karena mereka takut dimarahi oleh kantor.
Hingga kini, belum diketahui lokasi emak-emak yang marah-marah kepada para penagih hutang saat diminta untuk membayar hutangnya.
Peristiwa yang memperlihatkan emak-emak ngamuk karena ditagih hutangnya ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet.
"Jangan merasa jadi korban yang sering ngutang. Justru yang ngutang pelaku," komentar warganet.
"Makanya bu kalo gak mau ditagih gak usah minjem. Ini yang dipinjemi lebih galak," tulis seorang warganet.
"Ya mending gak ngutang bu kalo gak mau ditagih-tagih sama orang koperasi," saran warganet.
Berita Terkait
-
Viral Money Cake Rp 200 Juta, Sampai Habiskan Waktu 7 Jam Buat Unboxing
-
Sering Pakai Baju Sama, Kiky Saputri Senggol Marshel Widianto: Jangan Cuma Beli Google Drive Doang
-
Gegara Ditinggal Nyebur ke Laut, Perahu Motor Jalan Sendiri Bikin Emak-emak Panik
-
Isi Pesan Karangan Bunga Pernikahan Ini Curi Perhatian Diduga dari Mantan
-
Lagi-lagi, Customer Batalkan Barang Pesanannya yang Datang, saat Ditanya Malah Ngamuk sampai Banting HP Kurir
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan