Suara.com - Asian African Youth Government (AAYG) menggelar kunjungan perdana ke Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA), Kota Bandung. Kunjungan kali ini sebagai bentuk menjalin sinergitas dengan MKAA.
Presiden AAYG, Saddam Al Jihad mengatakan kolaborasi antara AAYG dan MKAA tentunya akan melahirkan sebuah potensi baru. Hal ini tentunya guna menunjang segala program dan kegiatan AAYG di masa mendatang.
"Saya melihat ada banyak peluang dan sisi positif lainnya di balik sinergi dan kolaborasi ini, AAYG sendiri kebetulan memiliki banyak program dan kegiatan yang itu, hemat saya, akan lebih maksimal bila berkolaborasi dengan MKAA," ucap Saddam ditulis Rabu (27/4/2022).
Saddam berharap, agenda kunjungan perdana ini menjadi awal yang baik. Terutama dalam membangun kerjasama dengan berbagai mitra strategis AAYG, salah satunya MKAA.
"Rencana ke depan kami ingin menjadikan lokasi museum ini sebagai salah satu sentra kegiatan AAYG di Bandung," ungkap Saddam.
Sementara itu, Kepala MKAA, Dahlia Kusuma Dewi menyebut, AAYG selama ini berperan aktif dalam menyikapi berbagai isu dan realitas kontemporer di kawasan Asia dan Afrika.
"Saya melihat peran AAYG sejauh ini memang cukup konsisten ya. Apalagi, AAYG juga saat ini sedang mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak. Semoga kolaborasi (MKAA-AAYG) ke depan semakin diperkuat," ujar Dahlia
Dahlia mengapresiasi berbagai respon dan langkah AAYG yang memiliki visi dan semangat kuat. Selain itu, organisasi pemuda lintas benua Asia-Afrika ini juga punya peran strategis dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia utamanya dengan negara-negara se-Asia-Afrika.
"Tadi saya mendengar banyak sekali, komplit lah ya, mulai dari mengadopsi struktur organisasi yang mirip dengan sistem pemerintahan dalam sebuah negara, dengan para menteri dan jajarannya yang mengelola banyak agenda dan isu. Harapannya AAYG mampu memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan diplomasi," tutup Dahlia.
Baca Juga: AAYG Ajak Pemuda Asia dan Afrika Bersatu dan Bangkit di Tengah Dinamika Global
Diketahui, dalam kunjungan perdana ini, AAYG tiba di Bandung sekira pukul 08.00 WIB dan langsung disambut Kepala MKAA, Dahlia Kusuma Dewi beserta jajaran pengelola museum.
Usai mengajak keliling museum bersejarah tersebut, Dahlia memberikan kesempatan kepada rekan-rekan pengurus AAYG untuk sharing bersama seputar sejarah pembentukan MKAA dan sinergi untuk memperkuat kolaborasi AAYG dan MKAA ke depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak