Invasi adalah 'titik balik' dalam kebijakan pertahanan Jerman
Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Jerman mengubah kebijakan lama untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik yang berakar dari Perang Dunia II, ini disampaikan saat Scholz mengumumkan "titik balik" dalam kebijakan pertahanan Jerman.
Setelah invasi, Jerman mengatakan akan memasok Ukraina dengan 1.000 senjata anti-tank, 500 Stinger rudal darat ke udara, sekitar 2.700 rudal anti-pesawat Strela, serta amunisi, senapan mesin, granat, dan ranjau.
Berlin juga telah menyetujui permintaan dari negara lain seperti Estonia dan Republik Ceko untuk mengirim beberapa stok senjata bekas era Soviet Jerman Timur ke Ukraina, termasuk howitzer dan pengangkut personel lapis baja.
Namun, pemerintah Jerman tetap menolak semua permintaan Ukraina untuk mengirim peralatan militer berat buatan Jerman.
Para pejabat Jerman mengatakan mereka lebih suka mengirim senjata rancangan Soviet yang dapat dioperasikan tentara Ukraina tanpa pelatihan tambahan.
Menurut Wiegold, persediaan seperti itu sekarang "menjadi terbatas." "Jika Barat ingin terus mendukung Ukraina, mereka harus berpikir untuk mulai melatih orang Ukraina tentang sistem Barat untuk memberikan sistem Barat juga," katanya.
Belum lama ini pada 9 April, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht juga mengatakan bahwa dia melihat hampir tidak ada kemungkinan untuk memasok Ukraina dengan senjata dan peralatan langsung dari persediaan militer Jerman.
"Tidak ada lagi tabu" dalam pengiriman senjata
Baca Juga: Liga Ukraina Dihentikan karena Perang
Pergeseran paradigma besar dalam politik Jerman terjadi pada pertengahan April saat Rusia bersiap untuk serangan baru di Ukraina timur.
"Jerman telah membuat keputusan yang menentukan di sini untuk mengirimkan senjata [ke Ukraina]. Kami mengirimkan, kami telah mengirimkan dan kami akan mengirimkannya," kata Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada radio publik Jerman RBB pada 14 April.
Kemudian, pada 21 April, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan saat konferensi pers di Tallinn bahwa "tidak ada pantangan bagi kami sehubungan dengan kendaraan lapis baja dan persenjataan lain yang dibutuhkan Ukraina."
Namun, Baerbock mengatakan prioritasnya adalah memastikan Ukraina dengan cepat menerima peralatan yang lebih tua yang dirancang Soviet dan Jerman akan mengisi kembali cadangan negara-negara sekutu yang memiliki senjata jenis yang sama dengan peralatan modern buatan Jerman.
Menurut laporan media, Jerman telah menyetujui pertukaran tersebut dengan Slovenia. Negara ini akan mengirim sejumlah besar tank tempur era Soviet T-72 ke Ukraina. Jerman kemudian akan mengirimkan sejumlah tank Marder dan tank roda Fox ke Slovenia sebagai pengganti. (bh/ha)
Berita Terkait
-
Profil Hyundai Hillstate: Pelabuhan Baru Megawati Hangestri di Liga Korea Selatan
-
Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka
-
Ramai di Medsos, Kiesha Alvaro Luruskan Narasi Soal Keterkaitan dengan Agama Lain
-
Membaca Realitas Pekerja Kota Besar dari Lagu Hatchu!! Karya Salma Salsabil
-
Nikmati Perawatan Kelas Dunia di Heavenly Spa dengan Promo dari BRI
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS
-
Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?
-
Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam
-
Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka
-
Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi
-
Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah
-
Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita
-
Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak
-
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut