Suara.com - Sebuah patung batu dewi kecantikan, cinta, dan perang kuno telah ditemukan di Jalur Gaza.
Para arkeolog Palestina mengatakan bahwa kepala dewi Kanaan bernama Anat itu berasal dari 4.500 tahun yang lalu hingga akhir Zaman Perunggu.
Seorang petani menemukannya saat mencangkul lahannya di Khan Younis, Gaza selatan.
Di media sosial, beberapa warga Gaza membuat komentar sinis yang menunjukkan bahwa hubungan dewi itu dengan perang tampaknya tepat.
Baca juga:
- Mesir temukan 'kota emas yang hilang' warisan Firaun 3.000 tahun lalu
- Israel temukan pedang prajurit 'Perang Salib' berusia 900 tahun dari bawah laut, bagaimana bisa muncul?
- Kereta 'pesta pengantin' yang terkubur ribuan tahun ditemukan 'nyaris utuh' di Pompeii
Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menyaksikan serangkaian gejolak yang menghancurkan dalam konflik antara Israel dan kelompok-kelompok di Gaza, yang dikuasai oleh Hamas.
Namun, penemuan patung batu kapur ini merupakan pengingat bagaimana Jalur Gaza - yang merupakan bagian dari jalur perdagangan penting bagi peradaban kuno - pada awalnya merupakan pemukiman orang Kanaan.
Patung setinggi 22 cm itu dengan jelas menunjukkan wajah dewi yang mengenakan mahkota ular.
"Kami menemukannya secara kebetulan. Patung dalam kondisi berlumpur dan kami mencucinya dengan air," kata petani Nidal Abu Eid, yang menemukan kepala patung itu saat mengolah ladangnya.
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Diimbau Menyampaikan Keutamaan Al Aqsa dan Bela Palestina
"Kami menyadari bahwa benda itu adalah barang yang berharga, tetapi kami tidak tahu bahwa patung ini memiliki nilai arkeologis yang begitu besar," katanya kepada BBC.
"Kami berterima kasih kepada Tuhan, dan kami bangga bahwa patung itu berada di tanah kami, di Palestina, sejak zaman Kanaan."
Patung Anat - salah satu dewa Kanaan yang paling terkenal - sekarang dipajang di Qasr al-Basha, sebuah bangunan bersejarah yang berfungsi sebagai salah satu dari sedikit museum Gaza.
Tanah Kanaan adalah istilah kuno untuk wilayah yang saat ini meliputi Israel, Palestina, Lebanon, sebagian Yordania, Suriah, dan sebagian kecil Mesir timur laut.
Saat mengungkapkan artefak itu pada konferensi pers pada hari Selasa (26/04), Jamal Abu Rida dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala yang dikelola Hamas mengatakan patung itu "tahan terhadap waktu" dan telah diperiksa dengan cermat oleh para ahli.
Dia mengatakan bahwa patung itu membuat poin politik yang kuat.
"Penemuan semacam itu membuktikan bahwa Palestina memiliki peradaban dan sejarah, dan tidak ada yang bisa menyangkal atau memalsukan sejarah ini," katanya. "Ini adalah orang-orang Palestina dan peradaban Kanaan kuno mereka."
Tidak semua temuan arkeologis di Gaza sangat dihargai atau dirawat dengan sangat baik.
Hamas - sebuah organisasi militan Islamis - sebelumnya dituduh menghancurkan sisa-sisa kota besar Kanaan yang dibentengi, Tell al-Sakan, untuk membuka jalan bagi perumahan dan pangkalan militer di selatan Kota Gaza yang berpenduduk padat.
Sebuah perunggu kuno seukuran manusia yang melambangkan dewa Yunani Apollo ditemukan oleh seorang nelayan pada tahun 2013, tetapi kemudian menghilang secara misterius.
Namun, tahun ini Hamas membuka kembali sisa-sisa gereja Bizantium abad ke-5 setelah donor asing membantu membayar proyek restorasi selama bertahun-tahun.
Pekerjaan proyek juga terhenti di sebuah lokasi pembangunan di Gaza utara ketika 31 makam era Romawi ditemukan di sana.
Saat situs-situs kuno seperti itu berpotensi menjadi daya tarik bagi pengunjung asing, hampir tidak ada industri pariwisata di sana.
Israel dan Mesir dengan ketat membatasi arus orang masuk dan keluar dari Gaza, daerah pesisir pantai yang miskin, yang merupakan kediaman bagi sekitar 2,3 juta warga Palestina, dengan alasan masalah keamanan.
Berita Terkait
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Manchester United Bakal Punya Stadion Baru Rp40 Triliun dengan Konsep Tenda Sirkus
-
NGolo Kante Dibidik Fenerbahce, Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar
-
Ajax Dapatkan Berlian Mentah Bernama Maximilian Ibrahimovic Putra Zlatan Ibrahimovic
-
Media Korea Kagum dengan Rekam Jejak Pelatih Anyar Timnas Indonesia John Herdman
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek