Suara.com - Memasuki bulan Syawal, biasanya umat Muslim akan melakukan Halalbihalal usai Hari Raya Idul Fitri. Apa itu Halalbihalal?
Halalbihalal ini istilah untuk acara berkumpul yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Tetapi merupakan ekspresi dan kreativitas khas masyarakat Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan apa itu Halalbihalal.
Apa Itu Halalbihalal
Apa itu Halalbihalal? Halalbihalal adalah tradisi yang sangat baik untuk dirayakan, karena yang terlibat adalah orang-orang yang berusaha mengamalkan ajaran Islam tentang silaturahim, persahabatan yang baik, dan perlunya saling memaafkan.
Menurut Quraish Shihab seorang ahli Tafsir Islam menyampaikan, tujuan Halalbihalal adalah untuk menciptakan keharmonisan antar manusia. Dengan kata lain, Halalbihalal merupakan ajang silaturahmi untuk saling memaafkan di momen spesial Idul Fitri dan ini merupakan tradisi khusus umat Islam di Indonesia.
Asal muasal atau sejarah Halalbihalal ini terdiri dari beberapa versi. Menurut sumber yang dekat dengan Keraton Mangkunagara di Surakarta, tradisi Halalbihalal awalnya dipelopori oleh KGPAA Mangkunagara I (Sultan Solo) yang dikenal juga sebagai Pangeran Sambernyawa.
Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan khusus antara Raja (Sultan) dengan abdi dalem dan tentara secara bersamaan di aula istana.
Seluruh abdi dalem dan prajurit dengan tertib memberikan penghormatan kepada Raja dan Ratu. Silaturahmi versi Pangeran Sambernyawa ini kemudian ditiru oleh seluruh ormas Islam, atau yang kini lebih dikenal dengan Halalbihalal.
Versi lainnya mengenai asal usul Halalbihalal yaitu berawal dari KH. Abdul Wahab Hasbullah tahun 1948. KH Wahab adalah ulama pendiri NU (Nahdatul Ulama). KH Wahab ini memperkenalkan istilah Halalbihalal kepada Bung Karno (Presiden Soekarno) sebagai bentuk silaturahmi antar pimimpin politik yang saat itu masih mempunyai konflik.
Atas saran dari KH Wahab, saat Hari Raya Idul Fitri tahun 1948, kala itu Bung Karno mengundang para tokoh politik ke Istana Negara untuk acara silaturahim yang bertajuk 'Halalbihalal.'
Akhirnya para tokoh politik duduk bersama satu meja membincangkan berbagai hal. Mereka mulai menyusun rencana, kekuatan serta persatuan bangsa. Setelah diadakannya Halalbihalal ini, berbagai instansi pemerintah pada masa pemerintahan Bung Karno pun akhirnya turut menyelenggarakan Halalbihalal untuk melakukan pertemuan.
Kemudian Halalbihalal pun secara luas diikuti masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat muslim Jawa. Hingga saat ini, Halalbihalal sudah jadi tradis masyarakat Muslim Indonesia.
Demikian informasi mengenai apa itu Halalbihalal dan sejarahnya yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Tag
Berita Terkait
-
Emak-emak Pakai Baju Lebaran bak Putri Duyung Saat Halalbihalal Keliling Kampung, Warganet Geregetan Sendiri
-
Percakapan Jokowi dan Maruf Saat Video Call Halalbihalal di Hari Raya Idulfitri
-
Asal Muasal Istilah Halalbihalal di Kala Lebaran: Dari Pertengkaran Elite Politik, Soekarno dan KH Abdul Wahab Hasbullah
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga