Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menerapkan beberapa peraturan selama perayaan Hari Lebaran 2022. Termasuk halalbihalal yang diimbau dilakukan tanpa kegiatan makan dan minum.
"Bapak Presiden juga memberikan catatan terkait dengan kegiatan-kegiatan menjelang halalbihalal nanti. Terutama untuk kegiatan halalbihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau untuk tidak ada makan minum," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin (18/4/2022).
Imbauan ini sempat menjadi sorotan publik dan tentu menuai pro-kontra. Tak sedikit juga yang membandingkannya dengan peraturan boleh buka puasa bersama tetapi diimbau tidak mengobrol satu sama lain.
Peraturan juga kembali dipertegas dengan peraturan dari Kementerian Dalam Negeri, yakni dilarang makan dan minum di agenda halalbihalal yang dihadiri lebih dari 100 orang.
Kini peraturan tersebut kembali dibicarakan publik lantaran menyoroti agenda pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat Hari Raya Idul Fitri 1443 H pada Senin (2/5/2022) kemarin.
Pasalnya Jokowi dikabarkan menerima kunjungan Prabowo di Yogyakarta sambil makan opor bersama. Bukan hanya itu, Prabowo juga mengaku dijamu dengan menu bakso hingga tempe bacem.
Tak hanya itu, Prabowo juga sempat berkunjung ke kediaman Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Turut didampingi oleh Puan Maharani, keluarga sang mantan presiden juga menjamu Prabowo dengan opor ayam hingga menu udang.
Pemberitaan inilah yang belakangan menjadi buah bibir warganet. Sebab tentu tidak mungkin menu makanan yang disajikan hanya menjadi pajangan tanpa disantap selama silaturahmi para figur publik tersebut.
Seperti dipantau di akun Instagram @underc0ver.id, warganet pun langsung meninggalkan sejumlah komentar bernuansa sindiran pedas menanggapi aksi saling silaturahmi para tokoh negara tersebut.
Baca Juga: Jokowi Main Bareng Cucu di Gedung Agung Yogyakarta, Isi Lebaran Keliling Naik Delman
"Memang paling enak makan ludah sendiri," sindir warganet.
"Setiap omongan dia pasti bebanding terbalik dengan kenyataanya," komentar warganet.
"Semua itu tidak berlaku bagi pemerintah, aturan dibuat untuk dilanggar," ujar warganet lain.
"Postingan di atas adalah definisi paradoks beserta contoh kasusnya," imbuh warganet.
"Kan gak sampai 100 orang 'gitu sih menurut mereka' kan mereka buat aturan buat warga bukan buat mereka sendiri," timpal yang lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Main Bareng Cucu di Gedung Agung Yogyakarta, Isi Lebaran Keliling Naik Delman
-
Presiden Jokowi Imbau Warga Hindari Puncak Arus Balik Pada 6 Hingga 8 Mei 2022
-
Prabowo Silaturahmi Lebaran ke Jokowi, Jokpro Malah Minta Kemesraan Berlanjut ke 2024
-
Puan Posting Foto Saat Halalbihalal dengan Jokowi hingga Megawati Terima Kunjungan Prabowo
-
Sambut Menhan Prabowo Subianto dengan Menu Opor Ayam, Presiden Jokowi: Tidak Bahas Politik dan Ekonomi
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim