Biaya hidup akan terdampak
RBA telah meningkatkan perkiraan inflasi secara dramatis, menyebutkan harga konsumen akan naik 6 persen tahun ini, dan akan tumbuh 3 persen per tahun pada 2024.
Ekonom Bank ANZ Adelaide Timbrell yang dimintai komentarnya mengaku belum pernah melihat kenaikan suku bunga selama dia bekerja di bank.
"Ini adalah kenaikan suku bunga pertama saya sebagai seorang ekonom," ujarnya.
"
"Kenaikan cash rate terakhir terjadi pada 2010, saat itu saya baru lulus SMA," ujarnya.
""Mereka akan terus menaikkan suku bunga untuk membuat pengusaha berpikir dua kali soal investasi, soal mempekerjakan pegawai, dan bagaimanamembelanjakan uang," jelas Adelaide Timbrell.
"Mereka juga akan membuat konsumen berpikir dua kali dalam membelanjakan uangnya," tambahnya.
Menurut dia, kenaikan suku bunga ini bertujuan memperlambat efek spiral, di mana banyak orang membeli barang pada saat yang sama, menyebabkan harga barang tersebut menjadi jauh lebih mahal.
"Jadi RBA sebenarnya berusaha menaikkanbiaya pinjaman uang demi mengurangi laju kenaikan biaya hidup," jelas Adelaide.
Baca Juga: Konsumen Makin Agresif, Pegawai Toko di Australia Gunakan Kamera Badan
Namun dalam jangka pendekkenaikan ini akan menjadi biaya hidup ganda bagi kreditur seperti Bashir Naim.
Dia mengambil berbagai pinjaman kredit awal tahun ini untuk membangun rumah baru bagi keluarganya di Sydney.
"Beberapa tahun terakhir, yang kita dengar hanyalah penurunan suku bunga. Pemerintah mendorong orang untuk membeli dan pasar perumahan berkembang pesat. Sekarang malah kebalikannya yang terjadi," katanya.
"
"Bagi kami, dengan biaya pembangunan rumah yang begitu tinggi, kenaikan ini tidak tepat," ucap Bashir.
"Risiko resesi 'double-dip'
Bashir menyebut keluarganya harus mampu mengatasi kenaikan biaya, sehingga terpaksa mengurangi belanja yang tidak penting.
"Jika naik secara dramatis, saya rasa banyak orang yang kesulitan, bukan hanya kami," ujarnya.
Gubernur RBA, Philip Lowe, mengakui tantangan yang akan dialami para kredituryang tahun lalu mengambil pinjaman besar setelah RBA mengumumkan suku bunga tidak mungkin naik sampai 2024.
"Saya akui bahwa kenaikan suku bunga kali ini terjadi lebih awal,"katanya seraya menambahkan bahwa RBA akan selalu berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.
"Keluarga memiliki lebih banyak utang daripada sebelumnya. Banyak rumah tangga tidak pernah mengalami kenaikan suku bunga. Jadi kenaikan kali ini akan kami amati dengan sangat hati-hati selama beberapa bulan ke depan," papar Gubernur Lowe.
Profesor Steven Hamilton dari George Washington Universityyang dimintai komentarnya menyebut beberapa informasi dari RBA selama pandemi menimbulkan masalah.
"Menurut saya RBA sangat keliru dalam memberikan panduan yang terlalu kaku," katanya.
"
"Mereka menyampaikan bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga hingga 2024apa pun yang terjadi. Itu konyol karena kita tidak pernah tahu seberapa cepat pemulihan akan terjadi," jelasnya.
""Kemudian RBA harus menarik pedomannya sendiri, yang tidak bagus bagi kredibilitas mereka," ujar Profesor Hamilton.
Menurut dia, dengan banyaknya kreditur yang meminjam ke bank karena mengantisipasi suku bunga super rendah untuk tahun-tahun mendatang, risiko resesi akan terjadi.
"Risikonya adalah jika kita bertindak terlalu keras, terlalu cepat, itu mengancam terjadinya situasi double-dip di mana ekonomi mulai berkontraksi sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga," jelasnya.
Penabung senang dengan kenaikan suku bunga
Tidak semua orang khawatir dengan kenaikan suku bunga.
Pensiunan Grant Agnew saat ini hanya menerima bunga 1,09 persen dari tabungannya di bank. Dia adalah salah satu dari sekitar dua pertiga penduduk Australia yang tidak memiliki kredit perumahan.
"Saya tidak mendapatkan apa-apa dari tabungan. Orang lain diizinkan untuk meminjamnya, tapi saya tidak diizinkan untuk mendapatkan apa pun dari tabungan saya itu," katanya.
"Saya ingin suku bunga naik sehingga saya bisa mendapatkan bunga sebagai pengembalian uang tabungan yang layak," ujar Grant..
"Saya ingin naiknya lebih dari 20 persen, seperti yang mereka lakukan tiga kali di tahun 1980-an. Hidup begitu indah saat itu, seperti uang jatuh dari langit," tuturnya.
Namun, Direktur Riset RateCity, Sally Tindall, memperingatkan penabung seperti Grant mungkin tidak akan mendapatkan peningkatan besar bunga tabungannya dalam jangka pendek.
"Meskipun kita berharap bank mulai menaikkan suku bunga deposito, tidak ada jaminan mereka akan mencerminkan kenaikan dari RBA," katanya.
Dalam mengumumkan kenaikan suku bunga pinjaman kredit perumahan mereka, baik Bank CBA maupun Bank ANZ sama sekali tidak menyebutkan adanya suku bunga tabungan dan deposito.
Bisa menurunkan harga rumah
Menurut Adelaide Timbrell,kenaikan suku bunga kali ini kemungkinan akan menurunkan harga rumah, yang berpotensi menguntungkan calon pembeli.
"
"Jika harga perumahan turun sebagai akibat dari kenaikan cash rate ini, tentunya akan membantu calon pembeli masuk ke pasar perumahan dengan uang muka yang lebih rendah," katanya.
"Namun, analis perumahan Louis Christopher mengatakan hal itu mungkin juga mengurangi jumlah yang dapat dipinjam oleh calon pembeli, yang akan tetap memberikan tekanan pada harga perumahan.
"Dengan kenaikan suku bunga pinjaman, tingkat rintangan keseluruhan untuk menguji pemohon kredit rumah akan naik dan akan mendiskualifikasi banyak calon pembeli rumah dan investor," katanya.
Diproduksi oleh Farid Ibrahim untuk ABC Indonesia dari berbagai artikel ABC News.
Berita Terkait
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya