Suara.com - BMKG merilis kawasan di Nusa Tenggara Timur yang sudah masuk musim kemarau 2022. Data itu berdasarkan catatan Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG).
BMKG melaporkan sebanyak 10 zona musim (zom) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki musim kemarau 2022.
Hal itu berkaitan dengan perkembangan awal musim kemarau di NTT yang diperbaharui per 10 Mei 2022.
"Saat ini ada 10 zom di NTT yang sudah memasuki musim kemarau sedangkan 13 zom masih mengalami musim hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahamttulloh Adji di Kupang, Kamis.
Ke-10 zom itu di antaranya zom 243 mencakup wilayah bagian tenggara Manggarai Barat dan Ngada, bagian selatan Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, zom 247 di Sikka bagian selatan dan Flores Timur bagian barat daya, zom 248 Sikka bagian utara dan Flores Timur bagian barat laut.
Selain itu zom 249 Flores Timur bagian utara, zom 250 Adonara, Solor, dan Lembata, zom 251 Alor dan Pantar, zom 254 bagian utara Sumba Timur dan Sumba Tengah, zom 256 Sabu Raijua, zom 257 Rote Ndao, dan zom 259 Timor Tengah Selatan bagian selatan.
Warga diimbau mengantisipasi dampak musim kemarau berupa kekeringan dengan memiliki persediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Aktivitas produksi pertanian, kata dia perlu diutamakan pada tanaman yang tidak membutuhkan banyak air sehingga tetap bisa berproduksi selama kemarau.
Ia mengatakan sementara bagi masyarakat di wilayah yang masih mengalami musim hujan agar memanfaatkan curah hujan yang tersisa untuk persiapan menghadapi kemarau.
Baca Juga: 5 Provinsi dengan Upah Buruh Terendah di Indonesia, Rata-ratanya Tak Sampai Rp 3 Juta!
"Masyarakat dapat melakukan penampungan air guna mengantisipasi musim kemarau yang akan datang," katanya.
Rahmattulloh berharap masyarakat di NTT dapat beradaptasi dengan baik selama musim kemarau agar potensi dampak kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (Antara)
Berita Terkait
-
Menenun Identitas: Perempuan Sumba, Warna Alam, dan Warisan yang Tak Pernah Putus
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Jabodetabek: Hujan Lebat dan Angin Kencang Senin Pagi
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Langit Jabodetabek Mendung Pekat, BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat Siang Ini
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik