Ketua organisasi Alpukat Australia Jim Kochi mengatakan jumlah produk yang masuk ke pasar dari Queensland utara tinggi karena pohon yang telah ditanam selama lima tahun terakhir sekarang sudah berbuah.
"Ada banyak gangguan pasar akibat banjir di Sydney dan Queensland, tetapi selain itu saya benar-benar tidak mengerti mengapa lebih banyak alpukat tidak diambil dan dimakan karena harganya serendah 20 tahun lalu," katanya.
"Harganya sangat rendah bagi petani dan menimbulkan kekhawatiran bagi petani di Queensland utara dan tengah."
Mareeba mengatakan membuang buah adalah pilihan terakhir bagi petani yang hampir tidak memenuhi biaya produksi.
"Ada pasokan yang tinggi, bahkan bisa dikatakan kelebihan pasokan, bahkan buah kualitas tinggi, dan itu membuat harga turun dan nilai buah kelas dua sekarang tidak ada sehingga tidak sebanding dengan biaya memasukkannya ke dalam kotak, membayar untuk pengemasan dan pengiriman," katanya.
Rencana menambah ekspor
Dengan situasi seperti ini, badan pusat telah berusaha mencari pasar ekspor alpukat baru, khususnya Jepang.
Australia juga mengimpor alpukat dari Selandia Baru sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bebas dan akan berbagi pasar sekitar Agustus hingga Februari.
Kepala eksekutif Alpukat Australia John Tyas mengatakan badan pusat yang dikelolanya secara aktif sudah mencoba untuk membuka dan mengembangkan pasar ekspor baru.
Tetapi dengan produksi alpukat Australia yang mencapai 90.000 ton pada tahun 2021, usaha ini tidak dapat mengatasi kelebihan pasokan industri.
Baca Juga: 4 Manfaat Alpukat bagi Kesehatan, Dapat Memelihara Kesehatan Jantung
Rintangan utama yang dihadapi petani alpukat Queensland dalam mengakses pasar Jepang adalah protokol biosekuriti yang ketat, terutama terkait lalat buah Queensland.
"Ini akan menjadi negosiasi antar pemerintah antara pemerintah Australia dan pemerintah Jepang," kata John.
"Sedang dalam proses negosiasi, dan pemerintah Australia telah mengajukan proposal ke Jepang dan kami sedang menunggu jawaban mereka."
Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris
Berita Terkait
-
Koleksi Fall/Winter Ardiles Hadir dengan Sentuhan Retro, Futuristik, hingga Teknologi Trail Running
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram
-
Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020
-
Sebelum Hadapi Timnas Indonesia, Mozambik Babak Belur Dibantai Oman
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
-
AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo
-
Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel
-
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas
-
Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti
-
Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami
-
Dasco Bahas Percepatan Investasi dan Tata Kelola Ekspor Bersama Sejumlah Menteri