Suara.com - Kronologis Pesawat Asian Ones ditembak kelompok bersenjata Papua di Puncak. Pesawat Asian Ones ditembak saat mau mendarat.
Lokasi penembakan di bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIT.
"Akibatnya pesawat tersebut kembali ke Timika tanpa menurunkan barang yang dibawanya," kata Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Aminggaru, Ilaga Herman Sujito kepada ANTARA dari Jayapura, Jumat.
Dari laporan yang diterimanya awalnya pesawat kargo milik Asian One itu hendak landing.
Namun terdengar dua kali bunyi tembakan sehingga pilot pesawat memutuskan mendarat dan memutar balik arah kembali ke Timika.
Saat hendak memutar itu terdengar kembali bunyi tembakan namun tembakan itu tidak mengenai badan pesawat.
"Tidak ada korban jiwa ataupun benda dalam insiden tersebut," kata Herman.
Herman Sujito mengakui, saat insiden itu terjadi ada tiga pesawat kargo lainnya yang terbang di belakang pesawat Asian One namun akhirnya kembali ke Timika.
"Setelah insiden penembakan itu tidak ada pesawat yang mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
Tanah Tabu: Suara Perlawanan Perempuan dari Jantung Papua
-
Sinopsis Teman Tegar Maira: Whisper from Papua, Film yang Sarat Makna
-
Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!