Suara.com - Baru-baru ini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak tengah menjadi perbincangan. Menyangkut permasalahan tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meminta agar masyarakat tidak perlu panik. Hal itu karena PMK sudah ada prosedur pencegahannya.
Selain itu, bagi yang ingin mengonsumsi daging dari hewan yang berkuku belah atau gelap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar yakni gajah dan rusa. Harus memperhatikan beberapa hal agar daging yang dikonsumsi benar-benar aman. Hal apakah yang harus diperhatikan? Berikut ulasannya.
Melansir dari akun instagram @kementerianpertanian yang mengunggah mengenai cara aman mengkonsumsi daging segar dan jeroan demi mencegah penyebaran virus PMK pada Selasa (12/5/2022), adapun pedomannya adalah sebagai berikut:
- Daging tidak dicuci sebelum diolah, rebus dahulu selama 30 menit di air mendidih.
- Jika daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan di freezer maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin, minimal 24 jam baru dimasukkan ke freezer.
- Jika jeroan masih dalam keadaan mentah, rebus dalam air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan ataupun diolah.
- Rendam bekas kemasan daging dengan detergen/pemutih pakaian/cuka dapur untuk mencegah pencemaran virus ke lingkungan.
Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ini sebenarnya tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susunya tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar. Adapun tips penanganan produk hewan untuk industri adalah sebagai berikut:
- Daging pengalengan, lakukan pemanasan hingga suhu internal minimal 70 derajat celcius selama 30 menit. Selain itu, lakukan pengeringan setelah penggaraman.
- Susu, panaskan hingga suhu 132 derajat celcius selama paling sedikit 1 detik (UHT). jika pH susu <70, panaskan minimal 72 derajat celcius selama 15 detik (HTST). Jika pH susu >70, proses HTST dilakukan dua kali.
- Kulit, lakukan penggaraman yang mengandung Natrium Karbonat (Na2C03) 2% selama 28 hari.
- Bulu babi, rebus minimal 1 jam atau rendam minimal 24 jam dalam larutan formaldehida 1%.
Sementara untuk mencegah dan menekan penyebaran virus PMK, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut implementasi prinsip dasar yang perlu dilakukan, diantaranya:
- Menghentikan penyebaran virus melalui tindakan karantina dan pengawasan atau pembatasan lalu lintas.
- Mengilangkan sumber infeksi dengan pemusnahan terhadap hewan tertular dan yang terpapar.
- Menghilangkan virus PMK dengan dekontaminasi kandang, peralatan, kendaraan dan bahan lainnya yang dapat menularkan penyakit atau disposal bahan yang terkontaminasi.
- Membentuk kekebalan pada hewan peka dengan vaksinasi.
Demikianlah ulasan mengenai syarat agar daging yang dikonsumsi aman dari PMK dan cara pencegahan virus PMK agar tidak menyebar.
Kontributor : Agung Kurniawan
Berita Terkait
-
Antisipasi PMK, DIY Siapkan Tim Satgas Khusus Cek Hewan Ternak
-
Sorotan Berita Kemarin di Jatim, Kasus PMK di Mojokerto Menggila sampai Kasus Pembunuhan Perempuan di Hotel Kediri
-
Polda Jateng Gandeng Stakeholder Terkait Antisipasi Penyebaran Wabah PMK Pada Hewan Ternak
-
Ditemukan Dua Kasus PMK Di Pandowan, DPP Kulon Progo Lakukan Disinfektan Masif
-
Mirip Penanganan Covid-19, Pasar Hewan di Kudus Disemprot Cairan Disinfektan Antisipasi Penyebaran PMK
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
-
Hakim Percepat Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Hanya Diberi 3 Hari Hadirkan Saksi
-
Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan
-
7 Fakta di Balik Kisah Haru Guru Honorer Azis: Viral karena Gowes 10 Km Tiap Hari
-
Mengapa Parpol Takut Jabatan Ketum Dibatasi? Pengamat: Tanda Takut Kehilangan Kendali Republik
-
PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar
-
Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini
-
Usul Batasan Jabatan Ketum: PDIP Ingatkan KPK Fokus Berantas Korupsi, Bukan Politik
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini