Para siswa di Distrik Uvalde dijadwalkan menjalani hari terakhir sekolah pada Kamis (26/05), sebelum liburan musim panas. Para siswa tahun terakhir di sekolah menengah atas setempat di Uvalde akan diwisuda pada Jumat (27/05).
AS Darurat Kasus Penembakan
Insiden penembakan di sekolah telah menjadi keadaan darurat yang berulang di AS. EdWeek, sebuah media pendidikan, mencatat 26 insiden penembakan terjadi tahun lalu.
Simulasi lockdown ketika terjadi penembakan merupakan bagian umum dari kurikulum sekolah, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Penembakan pada 2012 di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut mengejutkan warga Amerika. Sebanyak 20 dari 26 korban dalam serangan itu, berusia antara lima dan enam tahun. Sementara pelakunya berusia 20 tahun.
Berbicara di hadapan Senat AS di Washington DC pada Selasa, Senator Demokrat Connecticut Chris Murphy menuduh rekan-rekannya terlalu berpuas diri dan memohon mereka untuk meloloskan undang-undang pengendalian senjata.
"Apa yang kita lakukan? Kenapa Anda semua di sini kalau bukan untuk menyelesaikan masalah eksistensial seperti ini? Ini tidak bisa dihindari," katanya.
"Anak-anak ini tidak beruntung. Ini hanya terjadi di negara ini. Tidak ada tempat lain di mana pun, yang ketika anak-anak kecilnya pergi ke sekolah, mereka berpikir mungkin akan ditembak hari itu."
Asosiasi Senapan Nasional, kelompok kuat yang menentang peraturan pengendalian senjata, akan mengadakan konferensi tahunannya di kota Houston, Texas, pada Jumat.
Sebuah laporan pada 2020 dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS menemukan bahwa sekitar dua pertiga dari semua penembakan di sekolah terjadi di tingkat sekolah menengah atas. Sementara itu, penembakan di sekolah dasar paling sering terjadi secara tidak sengaja.
Senjata api menjadi penyebab utama kematian anak-anak dan remaja AS pada 2020, menurut data yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bulan lalu. Jumlah kasusnya bahkan menyalip jumlah kasus kecelakaan mobil.
Pada Senin, sebuah laporan FBI menemukan bahwa serangan penembakan massal telah berlipat ganda sejak pandemi virus corona dimulai pada 2020. (Sumber: BBC)
Berita Terkait
-
Penembakan Brutal di SD Texas AS, 18 Anak-anak Tewas
-
Seorang Remaja Jadi Pelaku Penembakan Membabi Buta di Sekolah Dasar di AS, 18 Anak dan Tiga Dewasa Tewas
-
21 Orang Tewas Akibat Penembakan Brutal Sebuah Sekolah di Texas, 18 Korban Masih Anak-anak
-
Eva Mireles, Guru Sekolah Dasar Korban Penembakan Massal di Uvalde Texas
-
Presiden Joe Biden Emosi dengan Penembakan Anak SD Robb Texas: Singgung Industri Senjata Hingga Teteskan Airmata
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebaran Pilu di Penjara, Istri Gus Yaqut Curhat Kondisi Suaminya: Sakit Rasanya...
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW
-
Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?