Suara.com - Video seorang wanita hamil sedang berdiri di dalam gerbong kereta api karena tidak mendapatkan kursi ramai di media sosial Instagram.
Video tersebut diunggah oleh akun @video_medsos pada Rabu (25/05/22). Dalam video yang diunggah terlihat sosok wanita yang berperut buncit sedang berdiri bersandar pada gerbong kereta.
Sambil berdiri wanita berbaju hijau ini terlihat sedang memainkan gawainya. Kursi dalam gerbong kereta yang dinaiki oleh wanita ini terlihat penuh. Kursi prioritas pun sama, sudah diduduki oleh tiga orang penumpang.
Para penumpang di gerbong tersebut tampak sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang tertidur, ada pula yang memainkan gawainya.
Dalam video ini, tidak terlihat satu pun penumpang yang berinisiatif untuk memberikan kursinya kepada wanita yang sedang hamil ini. Termasuk si perekam video ini.
Netizen pun ikut geram ketika melihat video unggahan akun @video_medsos. Mereka turut mengomentari aksi dari perekam video yang tak terlihat menawarkan tempat duduk untuk wanita yang sedang hamil tersebut.
"Dari pada ngrekam mending kasih duduk mbaknya," tulis netizen.
"Yang videoin kok nggak nawarin," ungkap netizen.
"Yang videoin apa kabar?" tanya netizen.
Baca Juga: Wanita Ini Jatuh Tersungkur Gagal Curi Tabung Gas, Warganet: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
"Yang ngerekam juga nggak nyadar diri," kata netizen.
"Yang ngevideo malah ngapain, tahu kayak gitu cuma divideoin aja," tambah netizen.
Ada pula netizen yang membela perekam video tersebut. Netizen ini menyadari posisi dari perekam video yang juga berdiri saat berada di gerbong kereta ini.
"Yang videoin itu berdiri woi. Miris amat ngebully!" bela netizen.
"Ini yang merekam, pasti berdiri juga. Karna kalau duduk, berarti sama dengan yang lain," jelas netizen.
"Awalnya saya juga mau bilang kenapa sibuk videoin. Setelah saya amati. Ternyata yang video posisi berdiri dekat pintu. Saya tau itu," tambah netizen.
Video lebih lengkap bisa dilihat di link ini.
Berita Terkait
-
Posting Cari Calon Istri dengan Gaji Rp3 Juta, Cowok Ini Tuai Kontroversi di Medsos
-
Viral Isi Takjil di Masjid Nabawi Ada Uang 100 US Dollar, Fakta atau Hoaks?
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
Viral Isu Rizky Bantayan Lolos Akmil Karena Aira Yudhoyono, Sampai Rela Lepeh Pacar
-
Viral! Ibu Kos Rutin Siapkan Buka Puasa Gratis, Penghuni Bongkar Harga: Keuntungannya Seuprit
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Terungkap! Asal Pelat L 1 XD Vellfire di SPBU Cipinang, Pelaku Agresif Karena Sabu dan Ganja
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
Sidang Putusan Anak Riza Chalid Hari Ini di Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun
-
Bahas Isu Strategis hingga Tindak Lanjut BoP, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania
-
Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku
-
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji