Suara.com - Seorang murid perempuan dengan bangga menunjukkan buku rapor kenaikan kelas dengan nilai yang bagus beberapa jam sebelum kejadian.
Ada pula murid yang senang berenang dan menyanyikan laguSweet Child O' Minedari Guns N' Roses bersama ayahnya setiap hari ke sekolah.
Yang lainnya adalah saudara sepupu.
Mereka ini sebagian dari murid-murid sekolah dasar Robb Elementary School di Texasyang tewas ditembak olehSalvador Ramos, remaja usia 18.
Sejauh ini ada 19 murid SD dan dua orang guru yang tewas.
Eva Mireles
Sanak keluarga yang diberitahu polisi mengatakan bahwa Eva Mireles bersama dengan guru lainnya Irma Garcia meninggal ketika berusaha melindungi murid-murid.
Putri guru yang berusia 44 tahun tersebut, Adalyn, mengatakan dia "ingin memeluk ibunya sekali lagi" dan berjanji akan selamanya menyebut nama ibunyakarena dia berusaha menyelamatkan nyawa orang lain.
Di Twitter, Eva mengatakan suka berolahraga dan aktif berkegiatan.
Dia berkeluarga dengan satu anak perempuan dan memiliki 'iga binatang peliharaan.
Baca Juga: Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas
Irma Garcia
IrmaGarcia memiliki empat anak dan sudah menjadi guru selama 23 tahun.
Tulisan di situs sekolah mengatakan dia suka melakukan kegiatan memanggang makanan bersama suami, ikut liburan kapal pesiar, mendengar musik.
Di halaman situs sekolah disebutkan Irma Garcia dan Eva Mireles sudah sama-sama mengajar di satu kelas selama lima tahun.
Eliahna 'Ellie' Garcia
Steven Garcia memberi ucapan selamat berpisah untuk putrinya yang berusia 10 tahun.
"Ellie seperti boneka dan sedang senang-senangnya. Saya akan menjadi DJ untuk pesta ulang tahunnya di mana dia sengaja meminta saya," katanya.
TantenyaSiria Arizmendi, guru di sekolah lainnya mengatakan Ellie adalah anak yang lincah, suka menari dan olahraga.
Siria Arizmendi dengan marah mengecam bagaimana penembak massal ini bisa mendapatkan senjatanya.
"
"Saya sama sekali tidak mengerti bagaimana orang bisa menjual senjata seperti itu kepada seorang remaja berusia 18 tahun. Untuk apa lagi dia akan menggunakannya kalau bukan seperti ini?" katanya.
"Sebuah postingan di Facebook menunjukkan Eliie sebagai anak yang tidak pernah berhenti bergerak.
Alexandria 'Lexi' Rubio
Beberapa jam setelah foto ini diambil, penembak memasuki kelasAlexandria dan menewaskan murid perempuan ini, bersama dengan sejumlah murid lainnya.
Dalam postingan tersebut ibunya menulis "Kami mengatakan kepadanya kami mencintainya dan akan menjemputnya sepulang sekolah.
"
"Kami tidak tahu ini akan menjadi salam perpisahan."
"Jacklyn Cazares
AyahnyaJavier Cazares mengatakan putrinya yang berusia sembilan tahun bersama dengan sekelompok lima murid perempuan, termasuk sepupunya Annabelle Rodriguez yang merupakan kawan akrab.
"Mereka sekarang tidak ada lagi," kata Javier.
Dia mengatakan putrinya adalah anak yang 'pemberani', dia tidak suka diejek, dia akan membela mereka yang suka diperlakukan buruk'.
Jailah Silguero
IbunyaVeronica Luevanos menulis di Facebook "Oh anakku, kamu tidak seharusnya mengalami nasib seperti ini."
Dia mengatakan kepadaUnivision putrinya yang berusia 10 tahun tersebut tidak mau ke sekolah hari Selasa seperti sudah merasa akan ada yang terjadi.
Jayce Carmelo Luevanos
Jayce danJailah adalah saudara sepupu.
Uziyah Garcia
Manny Renfro kehilangan cucunya yang berusia delapan tahunUziyah Garcia dalam insiden penembakan massal tersebut.
"Bocah paling manis yang pernah saya kenal," kata Manny Renfro.
"Saya mengatakan ini bukan karena dia adalah cucu saya."
Dia mengatakan Uziyah mengunjungi kediamannya di San Angelo selama musim liburan musim semi barusan.
"
"Kami mulai saling melempar bola dan saya mengajarkan bagaimana melempar bola. Dia cepat belajar dan bisa menangkap bola dengan bagus," katanya.
"Amerie Jo Garza
Ayah dari murid berusia 10 tahun , Angel Garza menulis di media sosial meminta pertolongan untuk menemukan putrinya namun beberapa jam kemudian mendapat kabar mengenai Amerie.
Dia mendesak semua orang untuk 'tidak menyia-nyiakan waktu barang sedetik pun mulai sekarang' dan ibunya Kimberley menulis di Facebook "Bagaimana aku akan hidup sekarang tanpa kamu?"
Layla Salazar
Layla yang berusia 10 tahun suka renang dan berjoget mengikuti video di Tiktok, kata ayahnya Vincent.
Setiap hari ketika dia membawa putrinya ke sekolah dengan mobil, dia akan memainkan lagu Sweet Child O' Mine, oleh Guns N' Roses, danmereka akan bernyanyi bersama.
"Dia anak yang sangat menyenangkan," katanya.
Tess Mata
Kakak perempuan menulis pesan di Twitter bahwa dia 'sangat kehilangan untuk adik yang begitu dicintainya.'
Makenna Lee Elrod
Xavier Lopez
Xavier yang berusia 10 tahun adalah korban yang namanya disebut pertama kali.
SepupunyaLisa Garza mengatakan "Dia anak yang menyenangkan, menikmati hidup tanpa mengetahui bahwa akan ada tragedi yang bakal menimpanya."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News
Berita Terkait
-
5 Cushion yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Flawless
-
FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
-
Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital
-
Kapan Bobibos Dijual? Ini 5 Fakta Bahan Bakar Jerami RON 98 yang Sedang Diuji Pemerintah
-
KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional
-
Dunia Harus Tahu! 8 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan, 700 Ribu Anak di Ambang Maut
-
Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi
-
Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa
-
Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?
-
Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
-
Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh
-
Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Polisi Gandeng KNKT Usut Kecelakaan Maut KRL Bekasi: Human Error atau Gagal Sistem?