Suara.com - Belum lama ini Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, membeberkan fakta ironis tentang kondisi BUMN yang diperkirakan rugi besar pada tahun ini. Menkeu menyatakan Pertamina berpotensi rugi Rp191 triliun, sedangkan PLN rugi hingga Rp71 triliun.
Kondisi tersebut dinilai sudah sangat tidak ideal dan berpotensi membahayakan keuangan negara. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengaku sudah memprediksi kerugian besar tersebut sejak jauh hari. Pada tahun 2017, Said Didu sempat menyebutkan bakal muncul masalah besar di ujung pemerintahan Joko Widodo terkait kondisi BUMN. “Saya tidak kaget dengan angka tersebut. Selama ini BUMN ini bagaikan karpet yang menyembunyikan sampah,” ujar Said Didu dalam video yang diunggah di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Rabu (25/5/2022) malam.
Analogi tersebut tak lepas dari kebiasaan pemerintah yang kerap memberikan tugas yang membebani BUMN. Tak hanya masalah BBM dan listrik, hal itu menurut Said Didu juga berlaku saat pemerintah memberikan penugasan BUMN terkait untuk pembangunan bandara hingga jalan tol. Said Didu menyebut pemerintah berhak memberikan penugasan tertentu pada BUMN. Masalahnya, imbuh dia, pemerintah kerap lalai mengganti biaya yang dikeluarkan BUMN. “Apabila beri penugasan maka pemerintah harus ganti biaya plus margin,” kata dia.
Dia menyindir Menteri BUMN, Erick Thohir, yang tak terlihat ngotot untuk memperjuangkan kondisi kementeriannya. Menurut Said Didu, yang justru berjuang untuk kesehatan BUMN saat ini justru Kemenkeu dan Kementerian ESDM. “Problemnya, saya tidak pernah dengar Menteri Bumn ngotot memperjuangkan, itu sumber masalahnya.”
Juru Bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga, ikut angkat bicara terkait Pertamina dan PLN yang diperkirakan bakal mengalami kerugian besar. Arya menilai apa yang disampaikan Menkeu tentang Pertamina dan PLN belum merupakan kerugian sesungguhnya karena rentang waktu perkiraan sampai bulan Desember 2022. Menurut Arya, kerugian sesungguhnya bisa terjadi jika pemerintah tidak membayar subsidi BUMN. “Ini adalah perkiraan jika pemerintah tidak membayar kompensasi kepada penugasan (BUMN) ini,” kata Arya Sinulingga.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri mengakui upaya pemerintah untuk menahan harga komoditas energi seperti bahan bakar minyak (BBM) cukup berat. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Jerman, harga BBM di Indonesia masih tergolong murah. Di Singapura harga bensin mencapai Rp27.000 per liter. Sedangkan di Jerman, harga BBM mencapai Rp31.000 per liter. “Kita ini Pertalite Rp7.650 (per liter), Pertamax Rp12.500 (per liter). Negara lain sudah jauh sekali. Kenapa harga kita masih seperti ini ? Karena kita tahan terus, tapi subsidi makin besar. Sampai kapan kita begini ? Ini PR kita semua, menahan harga itu berat,” kata Jokowi dalam acara Evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Selasa (24/5/2022).
Kontributor : Alan Aliarcham
Berita Terkait
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Danantara Incar Laba BUMN Rp 350 Triliun di 2026
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
KPK Periksa Seorang Pegawai BUMN dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
Eggi Sudjana Polisikan Roy Suryo Usai Bertemu Jokowi, Kuasa Hukum Singgung 'Kendali Solo'
-
KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Hadiah Nikah Rp1,5 Juta Tak Perlu Lapor, Batas Kado Kantor Dihapus
-
Kepala BGN: Publik Berhak Awasi Menu MBG, Kritik Viral Justru Jadi Teguran
-
Viral Curhat Chiki Fawzi Gagal Jadi Petugas Haji, Kemenhaj Tegaskan Diklat PPIH Bukan Jaminan Lolos
-
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Madiun, Duit Puluhan Juta Rupiah Diamankan
-
Malam-Malam ke Jakarta, Mualem dan Emil Dardak Temui Seskab Teddy, Ada Apa?
-
Banjir Daan Mogot, Pemotor Nekat Lawan Arah hingga Picu Kemacetan
-
Jelang Vonis 60 Terdakwa Aksi Demo, PN Jakut Dipenuhi Karangan Bunga: Bebaskan Tahanan Politik!
-
Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Tersisa 111.788 Jiwa
-
Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang