Suara.com - Ketika masyarakat masih terbayang dengan ganasnya virus Corona, kini muncul jenis penyakit baru bernama virus Hendra. Simak fakta virus Hendra lebih mematikan dari Covid-19.
Menyadur situs resmi Unair, epidemiolog Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani mengatakan tingkat kematian atau fatality rate virus Hendra lebih tinggi dari virus corona, yang sekitar 3-4 persen.Sementara itu, fatality rate virus Hendra (HeV) yang merupakan anggota famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus ini berada pada tingkat 50 persen kematian.
Fakta Virus Hendra Lebih Mematikan dari Covid-19
1. Dinamakan Sesuai Kota Asal Ditemukan
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) atau yang disingkat CDC, virus ini pertama kali diisolasi tahun 1994 dari spesimen selama wabah penyakit pernapasan dan neurologis pada kuda dan manusia di pinggiran Brisbane, Australia yang bernama Kota Hendra.
2. Berasal dari Kelelawar
Virus ini masih terkait dengan virus Nipah, yang merupakan spesies lain di genus Henipavirus. Reservoir alami virus Hendra diidentifikasi berasal dari kelelawar genis Pteropus.
Sejak tahunn 1994 hingga tahun 2013, infeksi virus Hendra pada manusia sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan 7 kasus yang dilaporkan.
3. Penularan Virus Hendra ke Manusia
Baca Juga: Kelompok Orang Ini Berisiko Terinfeksi Virus Hendra, Begini Cara Mencegahnya!
Penularan virus Hendra ke manusia berawal dari kuda yang terpapar virus ini melalui urine rubah terbang yang sudah terinfeksi. Namun sampai sekarang, belum ada temuan kasus penularan virus Hendra dari manusia ke manusia.
Meski begitu CDC tak memungkiri kemunginan penularan virus Hendra ke manusia jika terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi.
4. Masa Inkubasi Virus Hendra
Virus Hendra menyebabkan penyakit pernapasan yang identik dengan gejala flu parah setelah masa inkubasi 9 hingga 16 hari. Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi ensefalitis.
5. Tingkat Kematian Virus Hendra
Virus ini bisa didiganosis dengan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk mendeteksi virus Hipah, dengan deteksi antibodi dengan ELISA (IgG dan IgM), real time polymerase chain reaction (RT-PCR), dan upaya isolasi virus.
Berita Terkait
-
Virus Hendra Lebih Mematikan Daripada Covid, Bisakah Menjalar ke Indonesia?
-
Update Ranking BWF Jelang Indonesia Masters 2022: Hendra/Ahsan Turun Peringkat
-
Merebak di Australia, Bisakah Virus Hendra Menular Antarmanusia?
-
Virus Hendra Merebak, Ketua Satgas IDI Tegaskan Hati-Hati dengan Penebangan Hutan
-
Terpopuler Kesehatan: Asal-usul Virus Hendra, IDI Sebut Dokter Terawan Bisa Kembali Bergabung Jadi Anggota
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
-
DPRD DKI Dukung Rute Baru Transjabodetabek untuk Kurangi Macet Jakarta
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
BGN Tegaskan Program MBG Tak Ganggu Pendidikan, Anggaran dan Program Justru Terus Meningkat
-
Misi Berbahaya di Pongkor: Basarnas Terjang 'Lubang Maut' Demi Evakuasi 3 Penambang
-
Jaksa Agung Tindak Tegas 165 Pegawai Nakal Sepanjang 2025: 72 Orang Dijatuhi Hukuman Berat
-
DPR Mulai Belanja Masukan RUU Pemilu, Pastikan Soal Isu Pilpres Via MPR Tak Bakal Dibahas
-
BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?