News / Nasional
Senin, 06 Juni 2022 | 10:57 WIB
Rudi Hartono bukan sembarangan orang. Dia aktivis lingkungan yang berjasa mendirikan Ekowisata Telok Berdiri di Sungai Kupah, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (https://dlh.kuburayakab.go.id/)

Aksi kepedulian tanpa pamrih yang terus digalakkan mulai dilirik pada 2019. Saat itu di kawasan tersebut dibantu oleh pemerintah membuat lintasan mangrove atau jalan dari kayu dan juga ada gazebo sebagai titik kumpul dan lainnya.

Dengan adanya bantuan fasilitas lintasan mangrove secara pelan dan pasti meyakinkan pemuda dan masyarakat setempat bahwa selama ini yang dianggap remah ternyata berbalik 360 derajat, mendapat apresiasi.

Pada Maret 2022 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi kawasan Ekowisata Telok Berdiri Sungai Kupah sebagai bentuk apresiasi dengan kepedulian pemuda dan masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis alam tersebut.

Sandi tertarik dengan gerakan tersebut terutama program penanaman mangrove digital yang mampu memadukan konsep pelestarian lingkungan, wisata dan digitalisasi.

Di objek wisata mangrove, Telok Berdiri Desa Sungai Kupah tersebut masyarakat bisa berpartisipasi untuk ikut menanam mangrove dengan membeli bibitnya. Setelah di beli, nantinya, pengelola akan melakukan penanaman dan dilaporkan via aplikasi. Sehingga si penanam atau pembeli bibit bisa memantau perkembangan pertumbuhan mangrove tersebut melalui itu.

"Ini yang membuat saya sangat tertarik, karena idenya sangat menarik dan akan kita dukung," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengharapkan kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kubu Raya diharapkan bisa membuat pengelola desa wisata dan masyarakat Kubu Raya untuk jauh lebih bersemangat sehingga bisa terus meningkatkan kreativitas generasi muda di kabupaten itu.

"Selain pengembangan Mangrove, kami di Pemkab Kubu Raya juga menggandeng sejumlah pihak untuk mengembangkan produk turunan dari mangrove ini, seperti pengelolaan buah nipah, madu mangrove, serta produk olahan perikanan yang berada di sekitar kawasan mangrove," kata dia. (Antara)

Baca Juga: Universitas Tanjungpura Berduka, Guru Besar Fakultas Hukum Profesor Slamet Rahardjo Berpulang

Load More