News / Nasional
Jum'at, 17 April 2026 | 20:48 WIB
Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas
Baca 10 detik
  • Helikopter PK-CFX jatuh di Kabupaten Sekadau pada Kamis (16/4) dan menewaskan seluruh delapan orang di dalamnya.
  • Tim SAR gabungan telah menemukan lokasi kejadian serta mengevakuasi seluruh jenazah korban menuju Bandara Supadio Pontianak.
  • KNKT saat ini sedang melakukan investigasi teknis mendalam untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Suara.com - Duka menyelimuti insiden jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam helikopter tersebut dipastikan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga Jumat, dengan fokus pada pemindahan jenazah korban serta pengamanan serpihan helikopter untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.

Personel Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat) bersama Basarnas mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian menuju Bandara Supadio Pontianak menggunakan helikopter Caracal.

"Sejauh ini kami menerima informasi seluruh korban sudah ditemukan. Proses evakuasi masih berjalan, termasuk pengamanan bagian-bagian helikopter dari lokasi di Kabupaten Sekadau," kata Komandan Yonko 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, di Pontianak, Jumat.

Ia memastikan, seluruh korban dalam kecelakaan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas.

Menurut Adim, korban pertama kali ditemukan oleh tim SAR darat yang sejak awal melakukan pencarian intensif setelah helikopter dilaporkan hilang kontak.

"Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi, terutama faktor cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Keselamatan personel menjadi prioritas utama," kata dia.

Helikopter PK-CFX diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot Capt Marindra W dan co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang yaitu Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito.

Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan dari wilayah Sintang menuju Kubu Raya. Helikopter diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Kabupaten Melawi dan dijadwalkan mendarat di wilayah Kubu Raya.

Baca Juga: Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol

Setelah dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter pada Kamis sekitar pukul 18.50 WIB di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

"Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia," ujar Kapolda.

Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat medan berat dan jarak tempuh yang cukup jauh. Tim SAR bahkan harus menghentikan pencarian pada malam hari dan melanjutkannya kembali keesokan pagi.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung. Laporan awal ditargetkan segera dirilis untuk memberikan gambaran faktual dari insiden tersebut.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan, laporan awal akan mencakup berbagai data hasil investigasi di lapangan, termasuk kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan terjadi.

Load More