- Helikopter PK-CFX jatuh di Kabupaten Sekadau pada Kamis (16/4) dan menewaskan seluruh delapan orang di dalamnya.
- Tim SAR gabungan telah menemukan lokasi kejadian serta mengevakuasi seluruh jenazah korban menuju Bandara Supadio Pontianak.
- KNKT saat ini sedang melakukan investigasi teknis mendalam untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Suara.com - Duka menyelimuti insiden jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam helikopter tersebut dipastikan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat.
Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga Jumat, dengan fokus pada pemindahan jenazah korban serta pengamanan serpihan helikopter untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.
Personel Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat) bersama Basarnas mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian menuju Bandara Supadio Pontianak menggunakan helikopter Caracal.
"Sejauh ini kami menerima informasi seluruh korban sudah ditemukan. Proses evakuasi masih berjalan, termasuk pengamanan bagian-bagian helikopter dari lokasi di Kabupaten Sekadau," kata Komandan Yonko 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, di Pontianak, Jumat.
Ia memastikan, seluruh korban dalam kecelakaan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas.
Menurut Adim, korban pertama kali ditemukan oleh tim SAR darat yang sejak awal melakukan pencarian intensif setelah helikopter dilaporkan hilang kontak.
"Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi, terutama faktor cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Keselamatan personel menjadi prioritas utama," kata dia.
Helikopter PK-CFX diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot Capt Marindra W dan co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang yaitu Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito.
Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan dari wilayah Sintang menuju Kubu Raya. Helikopter diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Kabupaten Melawi dan dijadwalkan mendarat di wilayah Kubu Raya.
Baca Juga: Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Setelah dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter pada Kamis sekitar pukul 18.50 WIB di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
"Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia," ujar Kapolda.
Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat medan berat dan jarak tempuh yang cukup jauh. Tim SAR bahkan harus menghentikan pencarian pada malam hari dan melanjutkannya kembali keesokan pagi.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung. Laporan awal ditargetkan segera dirilis untuk memberikan gambaran faktual dari insiden tersebut.
"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat.
Ia menjelaskan, laporan awal akan mencakup berbagai data hasil investigasi di lapangan, termasuk kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan terjadi.
Berita Terkait
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Cek Fakta: Benarkah Aktor Roger Danuarta Kecelakaan Motor?
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu
-
DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'
-
Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
-
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
-
Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
-
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
-
Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
-
Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran, Wali Kota Jakbar: Teralis Besi Menyulitkan Evakuasi
-
Bukan Sekadar Revisi, Pemerintah Sebut Perubahan UU HAM Lebih dari 50 Persen