Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Junimart Girsang meminta Ganjar Pranowo bersikap santai dan bisa menempatkan posisinya sebagai kader di PDI Perjuangan.
Ganjar secara tersirat diminta tidak menunjukan hasrat untuk menjadi calon presiden.
Junimart mengatakan segala keputusan mengenai pencapresan akan ditentukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Karena itu, menurut dia, seharusnya Ganjar dapat lebih sabar dan santai kendati ia memiliki ingin untuk nyapres.
Mengingat hingga saat ini Megawati belum memutuskan siapapun yang ditunjuk untuk diusung sebagai capres pada Pilpres 2024.
"Santai saja menunggu perintah ibu ketua umum," kata Junimart di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/6/2022).
Sementara itu, menanggapi adanya deklarasi terhadap Ganjar yang diklaim dari ribuan warga desa, Junimart melihat hal itu sebagai tindakan wajar.
Kendati begitu, di sisi lain, Junimart mengingatkan Ganjar dapat menyikapi dan menempatkan posisi dengan baik sebagai seorang kader dan petugas partai.
"Walaupun sesungguhnya sebagai petugas partai kita harus tahu menempatkan posisi. Kita harus paham dengan gerakan kita itu apakah itu sudah menunjukan bahwa kita punya mau kan begitu," kata Junimart.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Harga Tiket Masuk ke Candi Borobudur Menjadi Rp 750 Ribu
Berita Terkait
-
Pemerintah Tetapkan Harga Tiket Masuk ke Candi Borobudur Menjadi Rp 750 Ribu
-
Atasi Serta Mencegah Penyakit Mulut dan Kuku, Ganjar Inisiasi Gerakan Jogo Ternak
-
Megawati Soekarnoputri Uji Disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Unhan Hari Ini: Saya Akan Kasih Pertanyaan Sulit
-
Hadir di Rakernas DPP PAPDESI, Ganjar Bahas Konsep Desa Kembar
-
Ribuan Santri Al-Quraniyah di Indramayu Gelar Doa Bersama untuk Ganjar Pranowo Presiden 2024
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT