Suara.com - Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Dini Purwono menanggapi soal adanya gugatan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena mahalnya harga minyak goreng. Sejauh ini, pihak Istana belum bisa menanggapi lebih jauh lantaran belum menerima salinan gugatan tersebut.
Dini mengatakan kalau pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ke Sekretariat Negara (Setneg) terkait salinan gugatan yang diajukan oleh Sawit Watch serta sejumlah organisasi sipil tersebut.
Menurutnya, pihak Istana harus mempelajari isi dari gugatan itu terlebih dahulu.
"Kami belum dapat memberikan komentar secara spesifik, kami harus mempelajari terlebih dahulu apa yang menjadi objek sengketa dalam hal ini," kata Dini saat dihubungi wartawan, Senin (6/6/2022).
"Karena objek sengketa PTUN itu kan keputusan TUN, jadi kita harus lihat nanti persisnya keputusan TUN yang mana yang disengketakan," tambahnya.
Terlepas dari itu, Dini mengatakan kalau pengajuan gugatan itu merupakan hak konstitusional dari warga negara. Istana juga, dikatakan dia, tidak pernah mempermasalahkan adanya gugatan yang diajukan selama masih sesuai dengan peraturan.
"Presiden menghormati hak tersebut. Jadi silahkan saja diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," jelasnya.
Lebih jauh, Dini menerangkan kalau pemerintah tidak pernah abai terkait gejolak ketersediaan dan fluktuasi harga minyak goreng. Sejauh ini, pemerintah disebut telah berupaya mengimplementasikan sejumlah kebijakan untuk mengamankan ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng.
Terlebih ia menuturkan kalau Kementerian Perdagangan juga akan terus melakukan perbaikan tata kelola minyak goreng. Mulai dari kewajiban pasokan bahan baku minyak goreng dalam negeri, subsidi bagi produsen minyak goreng, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga membatasi ekspor CPO.
Baca Juga: Ditunjuk Presiden Jokowi Urus Minyak Goreng, Menko Luhut Jamin Harga Tak Akan Naik Lagi
Dini memberikan contoh di mana pemerintah sudah berhasil menyalurkan minyak goreng curah sebanyak 211,6 ton per 30 April 2022. Kementerian Perindustrian juga akan terus memantau penyalurannya.
Lalu, BLT minyak goreng juga sudah disalurkan pemerintah kepada 5,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selebihnya, Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN juga telah meluncurkan program MigorRakyat yang bertujuan untuk menghadirkan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat pada 17 Mei 2022.
"Jadi, pemerintah sebenarnya sudah berupaya dan cukup responsif terhadap isu kelangkaan migor ini. Nanti bisa dijelaskan semuanya dengan lebih rinci dalam proses persidangan."
Jokowi dan Mendag Lutfi Digugat ke PTUN
Sawit Watch didampingi kuasa hukum serta sejumlah organisasi sipil menggugat Presiden Jokowi dan Mendag Muhammad Lutfi ke PTUN pada Kamis (2/6/2022). Gugatan itu diajukan lantaran keduanya dianggap gagal atasi masalah kelangkaan serta mahalnya minyak goreng.
Adapun organisasi sipil yang turut menggugat ialah eLSAM, Greenpeace Indonesia, Walhi Nasional, PILNET, serta Perkumpulan HuMa.
Berita Terkait
-
Waspada Minyak Goreng Curah Dikemas Premium, Kualitas Rendah Dijual Mahal
-
Masalah Minyak Goreng Belum Usai, Luhut Akui Pekerjaan Ini Tidak Mudah
-
Luhut Ungkap Monopoli Harga Minyak Goreng di Sejumlah Daerah, Siapa Pelakunya?
-
Luhut Jamin Minyak Goreng Tersedia dengan Harga Terjangkau: Masyarakat Tak Perlu Galau
-
Ditunjuk Jokowi Urus Masalah Minyak Goreng, Luhut Janji Harga Turun Dalam Dua Pekan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
7 Penyebab Motor Matic Kurang Tenaga di Tanjakan, Ketahui sebelum Terlanjur Mogok
-
Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia
-
Diresmikan Jokowi, Kini PT GNI Terancam Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan! Bahlil: Jangan Tanya Saya!
-
3 Zodiak yang Diprediksi Memasuki Era Baru Mulai 5 Agustus 2026, Hidup Jadi Lebih Baik
-
Spesifikasi dan Harga Honda Super-ONE, Mobil yang Bikin Purbaya Nyeletuk: Mahal Juga!
-
5.925 PNS Daerah Dipecat Mulai Agustus 2026, Ketahuan Curang saat Ujian ASN Thailand
-
DPRD DKI Soroti Kesiapan LPDP Jakarta, Usul Anggaran Diprioritaskan untuk Sekolah Gratis
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?
-
Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal