Suara.com - Warga Depok diminta bacakan Surat Al Fatihah untuk Eril atau Emmeril Kahn Mumtadz, anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Imbauan itu disampaikan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono.
Imam Budi Hartono mengenal sosok Eril anak yang cerdas, saleh, dan suka membantu warga miskin tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Selama 14 hari jenazah Eril putra Gubernur Jawa Barat Ridwan hilang, akhirnya ditemukan usai terseret arus Sungai Aare di Swiss.
Jenazah Eril diterbangkan dari Swiss, pada Sabtu (11/6) pagi, waktu Swiss dan diperkirakan tiba di Indonesia pada Minggu, 12 Juni 2022.
"Saya sedih banget, ketika membaca (tulisan Kang Emil di Twitter) haru, bangga dan tegarnya Gubernur kami, Kang Emil. Salut sama Kang Emil dan Bunda Atalita. Teman-teman, kita bacakan Al Fatihah, ya, untuk Eril," kata Imam Budi Hartono, di Depok, Ahad.
"Terlihat tanda-tanda itu di akhir kehidupannya, saya bangga rasanya punya anak seperti Eril," katanya.
"Selamat jalan Eril, semoga Allah menerima Segala amal ibadahnya, bangga dengan Eril, pasti bangga juga Kang Emil dan Bunda Atalita," kata Imam Budi Hartono.
Dalam cuit di akun twitter @ImamBHartono mengatakan, "Eril anak yang cerdas, saleh, suka membantu yang miskin, terlihat tanda-tanda itu di akhir kehidupannya, bangga rasanya punya anak seperti Eril.
Selamat jalan Eril semoga Allah menerima Segala amal ibadahnya, bangga dengan Eril, pasti bangga juga Kang Emil dan bunda Atalita."
Baca Juga: Doa Istri Ridwan Kamil Jelang Sambut Kepulangan Jenazah Eril
"Saya Coment di Twitter-nya Bunda Atalia, istri Kang Emil, memberikan support ketegaran dan kesabaran atas musibah yg menimpa buah hatinya. Semoga Allah mudahkan jenazah Eril Sampai ke tanah Air. Semoga Eril sudah bahagia di sisi Allah SWT, amin," katanya.
Dikutip dari akun Twitter @ridwankamil, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengungkapkan ditemukannya jasad Eril.
Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendoakan dan usaha para petugas yang mencari Eril di Sungai Aare.
"Maha Besar Allah , atas ijinMu , selama 14 hari sungai are benar-benar melindungi dan mensucikan jasadnya dari marabahaya. Hai Eril, saatnya kamu pulang ke tanah air , untuk menghaturkan terima kasih kepada jutaan yang mendoakanmu," tulis Ridwan Kamil. (Antara)
Berita Terkait
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
Bergaya Reserse Pakai Pistol Mainan, Dua Polisi Gadungan Peras Jukir di Terminal Depok Ditangkap
-
KY akan Periksa 2 Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka untuk Penegakan Kode Etik
-
KPK Ungkap Meeting of Minds di Balik Suap Pengadilan Negeri Depok
-
KPK Ungkap Modus Baru Gratifikasi Hakim PN Depok, Rp 2,5 Miliar Disamarkan Lewat Money Changer
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar