Suara.com - Sebuah unggahan video di Instagram viral. Dalam video itu memperlihatkan sebuah jalan yang disebut baru saja dicor langsung hancur tak berbentuk akibat ulah warga yang nekat menerobos jalanan cor yang masih basah.
Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun @makassar_iinfo. Dalam tulisan di unggahannya akun tersebut mengabarkan bahwa warga nekat menerobos jalan cor yang masih basah.
"Padahal, masih ada jalan alternatif. Alhasil, jalan raya yang sedang dalam perbaikan itu jadi rusak lantaran diterjang motor," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Akun tersebut juga menyebutkan, lokasi jalan tersebut berada di daerah Kedungwungu-Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Namun belum bisa diperoleh kepastian, apakah lokasi tersebut benar-benar di daerah Grobogan atau bukan.
Sementara dalam video yang diunggah terdengar suara perekam yang menyebutkan bahwa jalan semakin parah akibat ulah para pengguna jalan.
"Ini para pengguna jalan pada nggak mau ribet, ini hasil cuma dua jam sudah kayak gini," katanya.
Dalam video itu sendiri memperlihatkan sebuah jalanan lurus di tengah persawahan yang tampak sedang dalam proses perbaikan dicor. Namun terlihat sudah rusak tak berbentuk, banyak bekas tapak sepeda motor warga yang nekat melintas.
Dari kejauhan juga terlihat satu pengendara berada di sisi jalan dengan santainya melintas. Penampakan jalan pun bukannya jadi bagus karena diperbaiki, namun tampak kacau.
Hingga Selasa (14/6/2022) pagi, unggahan itu sudah diberi tanda suka oleh 14 ribu lebih pengguna Instagram.
Kolom komentar pun ramai dengan netizen yang sepertinya geram akan ulah warga yang nekat melintas jalanan yang masih basah karena baru saja dicor.
"Dulu ngemis, pas dikerjakan tidak menghargai, Indonesia ini bos," tulis akun Irwanar***
"Giliran rusak jalannya demo ngamuk-ngamuk," balas akun @Angelinaa****
"Selalu minta perbaikan jalan, giliran diperbaiki mereka rusaki," ujar akun @burhan****
Berita Terkait
-
Heboh, Warga Cilodong Temukan Mayat Bayi di Halaman Masjid, Publik: Pejuang Garis Dua Menangis Melihat Ini
-
Wanita Ini Kaget Temukan Buku 'Aku Masuk Islam Karena Yesus' di Perpustakaan Gereja, Warganet: Otw Mualaf
-
Terpopuler: Eril Meninggal Syahid, Daftar Kandidat Cawapres PKB
-
Viral Pemuda Berseragam SMA 'Bolos' ke Kota Makkah, Ternyata Simpan Cerita Menyesakkan Ini
-
Nyamar Jadi Tamu Undangan, Perempuan Nekat Maling di Hajatan Mantan Pejabat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia