Suara.com - Presiden Nepal Bidhya Devi Bhandari secara khusus mengundang Duta Besar RI untuk Nepal, Heru Hartanto Subolo karena ketertarikannya kepada Indonesia dan keberlanjutan hubungan bilateral kedua negara.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis pers KBRI Dhaka, dalam pertemuan yang berlangsung selama 90 menit tersebut, Presiden Bidhya mengatakan amat terkesan dengan peran dan pencapaian Indonesia selama ini dalam menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di berbagai forum internasional, serta sebagai salah satu negara yang berpotensi besar di wilayah Asia.
“Presiden Bidhya menyampaikan pula bahwa pemerintah Nepal memiliki harapan besar dengan ditunjuknya Dubes Heru sebagai Dubes RI untuk Nepal akan membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara, bahkan meningkatkan nilai perdagangan menjadi lebih signifikan, mendorong people-to-people contact, dan mampu menjembatani business-to-business ke arah yang lebih baik,” kata KBRI Dhaka dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/6/2022).
Kepada Presiden Nepal, Dubes Heru menyampaikan bahwa salah satu misi yang diembannya yaitu meningkatkan keterhubungan masyarakat madani melalui saling kunjung serta meningkatkan arus wisatawan Nepal ke Indonesia maupun sebaliknya.
Terkait hal ini, Konsul Kehormatan RI di Kathmandu Chandra Prakash Dhakal telah menyampaikan permohonan langsung kepada Indonesia melalui pertemuan itu agar kiranya fasilitas visa on arrivalbagi pemegang paspor regular Nepal dapat segera diberikan oleh Pemerintah Indonesia.
“Dubes Heru berkomitmen untuk menindaklanjuti permohonan tersebut kepada pemerintah pusat, serta berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang lebih kuat dan komprehensif di masa datang,” demikian KBRI Dhaka.
Pertemuan itu berlangsung pada 11 Juni 2022, dua hari setelah Dubes RI menyerahkan surat-surat kepercayaan (Credential Letters) kepada Presiden Nepal.
Kesan baik dari pemerintah Nepal atas kunjungan kerja Dubes RI dalam rangka upacara credentials tersebut diwujudkan dengan munculnya berita mengenai credentials Dubes Heru sebagai judul utama (headlines) di surat kabar nasional utama Nepal yaitu the Rising Nepal, padahal saat itu ada tiga dubes lainnya yang juga menyerahkan letters of credence selain Indonesia yaitu Chili, Jamaika, dan Spanyol.
Nepal adalah negara yang seluruhnya berbatasan dengan daratan (landlocked) yang berada di antara India dan China. Meskipun perdagangan bilateral masih relatif kecil, tetapi lebih lebih dari 95 persennya menguntungkan Indonesia.
Baca Juga: BRIN Gelar IEMS 2022 di JCC Senayan Jakarta Tiga Bulan Mendatang
Kondisi perdagangan bilateral tersebut belum mencerminkan potensi besar yang dimiliki kedua negara sehingga Indonesia perlu lebih aktif untuk menggarap peluang kerja sama di bidang infrastruktur, pariwisata, dan meningkatkan perdagangan, khususnya yang terkait dengan produk makanan-minuman, industri manufaktur, dan produk industri strategis.
Nilai perdagangan kedua negara yang selama kondisi pandemi COVID tahun lalu, mencapai 21,09 juta dolar AS (sekitar Rp311,2 miliar)pada periode Januari-Agustus 2021, tetapi tren perdagangan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa surplus perdagangan selalu berada di pihak Indonesia. Produk unggulan Indonesia di antaranya tekstil, permesinan, transportasi, dan kelapa sawit.
Ketidakstabilan situasi politik di Nepal di masa yang lalu, dan transisi dari sistem monarki ke republik yang masih terus berproses, serta konstelasi geopolitik dunia saat ini, menjadi tantangan bagi negara yang kondisi geografis dikelilingi negara-negara besar yang saling bersaing.
Salah satu tantangan utama Nepal adalah infrastruktur karena Nepal merupakan negara landlocked dengan demografi yang bergunung-gunung. Perekonomian Nepal sejak 2020 melambat karena lockdown nasional yang diberlakukan pada Maret-Juli 2020. Namun demikian, perekonomian Nepal mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2021.
Berita Terkait
-
Hasil Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Bantai Korsel di Hadapan Shin Tae-yong
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Penampakan Shin Tae-yong di Indonesia Arena, Nonton Serius Duel Timnas Futsal vs Korsel
-
Luke Vickery Skiip, Jordi Whermann Jadi Pemain Pertama yang Dinaturalisasi di Era John Herdman?
-
Rachmat Irianto Dipuji Mirip Maradona, Comeback ke Timnas Indonesia?
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak