Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum tentu setuju usulan ganti nama Jakarta International Stadium dari budayawan JJ Rizal.
JJ Rizal usulkan Jakarta International Stadium ganti nama jadi nama pahlawan nasional Indonesia Mohammad Husni Thamrin.
Petisi tersebut diserahkan sejarawan JJ Rizal di Balai Kota Jakarta, Rabu, dan diterima langsung Anies Baswedan.
Anies kembali menegaskan bahwa meski pihaknya menerima petisi tersebut. Namun belum tentu disetujui untuk mengubah nama JIS.
"Pasti ditampung, setuju atau tidak, nanti pertimbangannya lain," kata Anies yang hendak menuju Rapat Paripurna HUT DKI ke-495 DKI Jakarta.
Gubernur DKI itu tidak menjelaskan lebih lanjut pertimbangan yang dibutuhkan untuk mengubah nama JIS.
"Terima kasih, belum tentu disetujui. Diterima dulu," ucap Anies berjalan bersama Riza Patria.
JJ Rizal yang menginisiasi perubahan nama JIS menjadi Stadion Thamrin melalui situs Change.org itu mengatakan sejak dirintis sebulan lalu, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 5.700 orang.
"Kenapa Thamrin? Karena dia bukan hanya pahlawan nasional, putra Betawi, dan dia juga pahlawan sepakbola," ucapnya.
Baca Juga: Usia Hampir 500 Tahun, Anies: Jakarta Terus Menerus Melakukan Pembaharuan
Menyikapi jawaban Anies yang menyebut belum tentu disetujui, Rizal mengatakan bahwa usulan tersebut harus diterima.
"Pertama itu belum punya nama, dan kebangetan kalau tidak diterima, durhaka sama sejarah Jakarta dan Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengadakan Hajatan Jakarta untuk menyemarakkan HUT ke-495 DKI Jakarta.
Jakarta Hajatan akan ditutup pada malam puncak HUT ke-495 DKI Jakarta yang sekaligus peresmian Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (25/6).
Namun, JIS urung diresmikan pada Sabtu ini dengan alasan yang belum diketahui.
Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto mengatakan JIS diperkirakan akan diresmikan pada Juli 2022.
"Mudah-mudahan pada Juli," kata Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (21/6).
Namun, Widi tidak menjelaskan alasan batalnya peresmian perdana JIS yang dijadwalkan pada Sabtu (25/6).
Ia juga tidak memberikan tanggal pasti peresmian perdana JIS namun hanya menyebut sekitar Juli. (Antara)
Berita Terkait
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini
-
Jakpro Buka Tender Sponsor Raksasa untuk Naming Rights JIS 5 Tahun
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar