Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan video yang merekam momen seorang perempuan penumpang kereta api (KA) yang menyelonjorkan kakinya diduga di kursi milik penumpang lain.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @viral.menarik pada Sabtu (25/06/22).
Pada video ini, tertulis sebuah kalimat yang ditulis oleh perekam video. Perekam video merupakan penumpang lain yang duduk di bangku sebelah dari perempuan yang menyelonjorkan kaki tersebut.
"Mbaknya kok tega ya duduk kakinya gitu," tulisnya dalam video.
Dalam video yang diunggah, tampak seorang perempuan berkerudung hitam, rok hitam, dan jaket cokelat sedang menyelonjorkan kaki di kursi depannya. Saat itu, posisi kursi di depannya telah diduduki seorang ibu yang menggendong balita, serta diduduki pula oleh anak laki-laki dari ibu tersebut.
Di bagian samping kursi yang diduduki oleh perempuan ini tampak kosong. Berbeda dengan kursi yang ada di depannya.
Perempuan tersebut tampak sibuk memainkan handphone miliknya. Sedangkan sang ibu tampak sesekali membenai barang bawaannya yang sudah ia taruh di bagian sela-sela kursi.
Anak dari ibu yang mengenakan kerudung biru ini tampak diam memperhatikan ibunya serta keadaan sekitarnya. Ia juga telah siap mencangking tas merah berisi barang bawaannya.
Sosok ibu dan kedua anaknya ini tampak seperti penumpang yang akan turun dari gerbong kereta api.
Baca Juga: Temukan Uang Tunai Rp337 Juta, Tindakan Bapak ini Sungguh Tak Terduga sampai Buat Pemilik Takjub
Sampai saat ini belum diketahui motif dari penumpang KA yang menyelonjorkan kaki di kursi depannya yang telah terisi penuh oleh penumpang lain.
Video ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa warganet mengungkapkan untuk jangan cepat menyimpulkan sesuatu dari video yang belum diketahui kejelasan ataupun faktanya.
"Jangan cepat menyimpulkan yang belum tahu faktanya," kata warganet.
"Jangan dulu berpikiran negatif. Siapa tahu sudah minta izin. Belajar dari mbak-mbak yang dibersihin sepatunya sama cleaning service," ungkap warganet.
"Jangan cepat menghakimi. Kita kan belum tentu tahu lengkapnya apa. Apakah memang sebelumnya mbak itu udah di sana lama sebelum ibunya datang dan dalam kondisi ada yang sakit? Lagi pula sebelahnya kan kosong. Apakah dilarang anak, ibu itu pindah ke samping atau gimana? Sulit disimpulkan," terang warganet.
Beberapa komentar warganet yang turut mengecam aksi perempuan penumpang KA.
Berita Terkait
-
Makin Melokal, Ronaldinho Makan Bakso dan Telur Gulung Bareng Raffi Ahmad
-
Temukan Uang Tunai Rp337 Juta, Tindakan Bapak ini Sungguh Tak Terduga sampai Buat Pemilik Takjub
-
Heboh Polisi Tidur 20 Baris yang Buat Pengendara Resah Dibongkar, Warganet: Kayak Trek Motor Trail
-
Pria yang Viral Robek Buku Tabungan BRI Minta Maaf
-
Tega Banget, Driver Ojol Diminta Kirimkan Kandang Segede Gaban, Warganet sampai Ngelus Dada
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!