Suara.com - Hati ibu mana yang tak hancur mendengar anaknya telah meninggal sekian lama.
Hal ini juga dirasakan oleh seorang ibu yang baru tahu anaknya meninggal setelah 1000 hari.
Pada video yang beredar di media sosial, seorang nenek menangis saat tahu anaknya yang bertahun-tahun tak bertemu ternyata sudah meninggal dunia.
"Lama tak berjumpa dengan anaknya, ternyata sang anak sudah meninggal, nenek ini diberi kabar setelah 1000 hari anaknya, tagisnya pun pecah," tulis akun Instagram @underc0ver yang mengunggah video.
Dibohongi Anak Sakit
Menurut video yang diunggah oleh akun Instagram @underc0ver.id, sang ibu yang sudah lansia itu dibohongi saudara-saudaranya bahwa anaknya sakit.
Perempuan lanjut usia tersebut terlihat menangis sambil menutup wajahnya di atas kasur. Di sampingnya ada kerabat yang menenangkan.
"Anaknya udah meninggal tahun kemarin, ibunya baru dikasih tahusetelah 1000 hari anaknya," tulisan dalam video.
"Bertahun-tahun enggak bisa ketemu anaknya, waktu pernikahan kakakku, pakde ku mau pulang, udah seneng banget anaknya bisa kumpul semua, ternyata anaknya meningga," tambahnya.
Baca Juga: Nilai Rapor Anak Jelek? Kak Seto: Orang Tua Jangan Langsung Memarahi!
Namun sang ibu tak diberitahu bahwa anaknya meninggal dunia dan hanya dikabari bahwa sang anak sakit sehingga tak bisa pulang.
"Tetapi ibunya dibilangin kalau anaknya sakit jadi enggak bisa datang, padahal udah meninggal," tambah tulisan tersebut.
Menurut pemilik video yang merupakan cucu dari ibu tersebut, keluarga memang sengaja tak memberi tahu karena takut sang nenek ngedrop dan sakit.
Selain itu, sang anak meninggal di saat ada acara pernikahan.
"Posisi di rumah juga repot ada acara nikahan waktu itu acaranya sempa diundur beberapa hari juga kok, nantu kalau dikasih tahu malah drop nenekky, terus orang-orang rumah juga pada sibuk," tulis pemilik video.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Kejujuran walau pahit tidak boleh disembuyikan," komentar warganet.
"Kalau setahun lebih itu keterlaluan. Justru bisa membahayakan kalau mengkhawatirkan drop," imbuh warganet.
"Sepahit-pahitnya lebih baik diberi kabar saat itu juga daripada neneknya lebih menyesal seumur hidup enggak bisa lihat jasad anaknya untuk terakhir kali," tambah lainnya.
"Itu nulis alasannya repot, sibuk, jahat banget, biar enggak dibikin repot dan sibuk jadi disembunyikan gitu?" tulis warganet di kolom komentar.
"Walaupun niat baik biar enggak ngedrop, tidak ada kepedihan yang bisa diungkapkan kalau anak meninggal setidaknya biarkan beliau melihat wajah terakhir anaknya sebelum dikebumikan," timpal lainnya.
Berita Terkait
-
Heboh Dua Pemuda TikTok Joget Nungging di Pantai hingga Disebut Ritual Alay: Mungkin Lagi Menghibur Nyi Ratu
-
Viral Curhatan Wanita yang Kesal Gegara Dapat Surat Tilang padahal Motor sedang Diservice, Ternyata Ini Pelakunya
-
Sering Dianggap sebagai Kelemahan, Menangis Sebenarnya Baik untuk Kesehatan, lho!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!