Suara.com - Penjualan vape melalui pasar gelap tengah marak di Australia, meski sebenarnya dilarang.
Salah satu remaja Australia yang kecanduan vaping adalah Ruby yang berusia 17 tahun.
"Saya tidak ingin menjadi seperti cepu (pengadu atau pemberi informasi pada polisi), tetapi sebenarnya [vape nikotin] sangat mudah [didapat]," katanya.
"Banyak dealer kecil yang menjualnya di area lokal dan semacamnya.
"Kalau pakai HP, tinggal bilang, 'Bisakah saya beli vape?' dan mereka akan bilang, '20 menit'. Lalu kita tinggalbertemu mereka di suatu tempat dan mereka menyerahkannya kepada kita.
"Menurut sayasama saja dengan [membeli] narkoba lain. Pasti dari mulut ke mulut.
"Dari media sosial juga."
Ruby sedang berjuang dengan kecanduan nikotin yang dideritanya sejak tiga tahun lalu.
"Vaping adalahhal terakhir yang saya lakukan sebelum tidur. Vaping adalah hal pertama yang sayalakukan saat bangun tidur. Terkadang sayaterbangun beberapa kali di malam hari untuk melakukannya," katanya.
Baca Juga: Masih Hisap Vape Saat Sedang Hamil, Perempuan Ini Marah Saat Ditegur Warganet
"Vapingbenar-benar menguasai sayadan adalah satu-satunya hal yang sayapikirkan."
Pasar gelap yang sedang naik daun
Vaping adalah industri global bernilai miliaran dolar. Diperkirakan sekitar 400.000 orang yang melakukan vapingdi Australia.
Di negara bagianNew South Wales yang beribu kota Sydneysaja, sepersepuluh dari populasi berusia 16-24 tahun sudah melakukan vaping. Jumlah inimeningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu setahun.
Ini terlepas dari fakta bahwa menjual atau memiliki vape nikotin tanpa resep dokter adalah ilegal.
Investigasi oleh program ABC Four Corners menemukan adanyapasar gelap yang sedang berkembang, didorong oleh meningkatnya permintaan dan kegagalan untuk memperketat aturan.
Para remaja dapat membeli vape murah sekali pakai yang diimpor dari pabrik di China.
Berita Terkait
-
TKA Kini Jadi Syarat Baru SNBP 2026, Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa?
-
Jalani Konfrontasi Laporan Inara Rusli, Insanul Fahmi Masih Pede Bisa Rujuk dengan Istri Sah
-
Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
-
Diplomasi Teh Hangat Prabowo-Raja Charles III: Santai Ngeteh di Tengah Dinginnya London
-
Sudewo Diduga Terima Duit dari Kasus DJKA Saat Jadi Anggota Komisi V DPR RI
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial