Program Four Cornersmenemukan pasar gelap di media sosial tengah menjamur, dengan ratusan pemasok tersebar di Facebook, Snapchat, Instagram, dan TikTok.
Banyak penjual vapemenggunakan kata-kata kode dan gambar untuk menjual produk mereka secara ilegal kepada anak-anak dan mereka menawarkan pengiriman gratis.
Profesor Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Nasional Australia, Emily Banks, mengatakan vaping berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi non-perokok dan anakmuda.
"Mereka menyebabkan kecanduan. Vape dapat menyebabkan keracunan melalui penghirupan, di mana vapedapat menyebabkan kejang, trauma dan luka bakar, cedera paru-paru," katanya.
Pemerintah federal menugaskan Profesor Banks dan timnya untuk menyelidiki bahaya rokok elektrik.
Laporannya, yang dirilis awal tahun ini, adalah tinjauan paling komprehensif secara global sejauh ini.
"Ketika kita berbicara tentang kecanduan pada anak-anak, rokok elektrik sebenarnya mungkin lebih berbahaya daripada merokok karena lebih mudah diakses," katanya.
"Selain bisa disembunyikan mereka juga memiliki berbagai rasa sehinggajauh lebih menarik bagi anak-anak, dan mereka dipasarkan untuk anak-anak.
"Penggunaan rokok elektrik pada kelompok usia yang lebih muda bukan tentang berhenti merokok. Ini tentang kebiasaan yang baru sama sekali."
Baca Juga: Masih Hisap Vape Saat Sedang Hamil, Perempuan Ini Marah Saat Ditegur Warganet
Otoritas negara bagian dan federal Australia sudah menargetkan untuk menangkap pasar vape ilegal.
NSW Health telah menggerebek penjual tembakau, menyita lebih dari A$1 juta saham sejak Januari.
Badan Obat-obatan Australia (TGA) juga telah mendenda individu dan pemasok online.
Meskipun demikian, pasar ilegal vapemasih terus berkembang.
"Ini adalah larangan de facto," kata advokat vaping Dr Colin Mendelsohn kepada Four Corners.
"Setiap bulan, jutaan vape ilegal yang tidak tercatatdiimpor ke Australia.
Berita Terkait
-
TKA Kini Jadi Syarat Baru SNBP 2026, Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa?
-
Jalani Konfrontasi Laporan Inara Rusli, Insanul Fahmi Masih Pede Bisa Rujuk dengan Istri Sah
-
Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
-
Diplomasi Teh Hangat Prabowo-Raja Charles III: Santai Ngeteh di Tengah Dinginnya London
-
Sudewo Diduga Terima Duit dari Kasus DJKA Saat Jadi Anggota Komisi V DPR RI
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial