Suara.com - Daging hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) masih bisa dikonsumsi. Namun, tidak semua hewan dan semua bagian dagingnya layak dimakan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
1. Hewan ternak sudah melewati masa pengobatan selama dua pekan. Kalaupun sudah sembuh, peternak baru bisa memotong hewan tersebut jika kuku-kukunya sudah lepas.
2. Daging dimasak terlebih dahulu hingga matang.
3. Jeroan, kaki, bibir dan lidah sapi tidak dikonsumsi.
4. Proses pemotongan hewan didampingi petugas medis.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PMK membuat beberapa organ sapi sebaiknya tidak dikonsumsi, terutama organ-organ dalam. Hal ini demi menjaga keamanan. “Tapi (bagian daging) yang lain masih bisa direkomendasi. Dagingnya pun masih bisa dimakan,” ujar Mentan Syahrul, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (29/6/2022).
Ia menegaskan PMK tidak menular ke manusia. Daging hewan yang pernah terkena PMK pun aman dikonsumsi, asalkan hewan tersebut sudah sembuh dan daging dimasak dengan proses yang tepat. Misalnya, daging disimpan dalam lemari pendingin, kemudian dimasak dalam suhu tinggi hingga benar-benar matang.
Selain itu, ternak yang terpapar PMK masih bisa sembuh, sehingga dagingnya tetap dapat dikonsumsi. PMK pun tidak dapat menyebar ke manusia.
Syahrul mengimbau agar masyarakat tidak khawatir. Menurut dia, mewabahnya PMK tidak lantas membuat pemerintah melarang masyarakat mengonsumsi daging. Justru mengonsumsi daging sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Baca Juga: Fatwa MUI Soal Berkurban di Tengah Wabah PMK
Berita Terkait
-
Pemkot Solo Dapat Jatah 100 Dosis Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku
-
Universitas Brawijaya Kirim Ratusan Mahasiswanya ke Magetan untuk Bantu Penanganan Wabah PMK
-
Bantul Mulai Vaksinasi Ternak Sapi Antisipasi Penyebaran Wabah PMK
-
MUI Minta Umat Islam Kurangi Plastik Bungkus Daging Kurban: Ganggu Kesehatan
-
Duh, Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 40 Ribu Per Kilogram, Ini Pemicunya
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final