Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang penutupan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan. Alasannya, masih dilakukan perbaikan dan perawatan fasilitas di taman tersebut.
Hal ini diketahui berdasarkan pengumuman dari akun instagram resmi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, @tamanhutandki. Namun, dalam pengumuman itu tak dituliskan sampai kapan penutupan akan berlangsung.
"Halo teman, mohon maaf saat ini penutupan sementara Tebet Eco Park diperpanjang," demikian bunyi pengumuman itu, dikutip Minggu (3/7/2022).
Selain itu, ada juga perubahan mekanisme untuk bisa mendatangi taman yang diresmikan Gubernur Anies Baswedan itu. Pengunjung harus mendaftar lewat aplikasi Jakarta Kini (Jaki) sebelum datang.
Distamhut DKI pun meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman lebih lanjut.
"Nantinya Teman bisa mengunjungi Tebet Eco Park dengan mendaftar melalui Jaki," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta masih belum juga membuka Tebet Eco Park yang ditutup sejak 14 Juni lalu. Saat ini, taman yang diresmikan Gubernur Anies Baswedan itu saat ini masih dalam proses merapikan.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ia menyebut pihaknya nanti akan menyampaikan pengumuman ketika Tebet Eco Park sudah bisa dikunjungi kembali.
"Proses merapikan. Tunggu saja nanti dikabarin ya kalau sudah selesai, mungkin kita akan cek kembali," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/6/2022).
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Ali Sadikin Jadi Nama Jalan
Riza berharap proses pengerjaan di Tebet Eco Park berjalan lancar. Sehingga, setelah sudah selesai nanti tidak ada lagi kegiatan seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar seperti yang dikeluhkan warga selama ini.
"Mudah-mudahan ada perbaikan-perbaikan yang lebih baik, sehingga warga lebih nyaman, lebih tertib, teratur, itu harapan kita juga lebih bersih," jelasnya.
"Tidak ada lagi pedagang yang mengganggu ketertiban di pinggir jalan, parkir-parkir liar juga diharapkan tidak ada lagi, karena itu mengganggu kenyamanan pengguna," tambahnya menjelaskan.
Selain itu, rencananya sekitar Tebet Eco Park akan dijadikan kawasan bebas emisi. Dengan kebijakan ini, Riza berharap bisa memberikan dampak positif bagi pengurangan emisi di ibu kota.
"Itu memang udah menjadi program kita, Jakarta ini kan sudah berbagai program kita upayakan, dalam rangka bebas emisi, udara yang sehat, bersih."
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Ali Sadikin Jadi Nama Jalan
-
Diduga Gelapkan Pajak karena Langgar Izin Usaha, DPRD DKI Minta Pemprov Polisikan Holywings
-
Mau Turunin Polusi di Jakarta, Pemprov Padamkan Listrik Monas dan Bangunan Pemerintahan Akhir Pekan Ini Satu Jam
-
Ustaz Felix Siauw: Saya Nggak Sepakat Holywings Ditutup, Masalahnya Bukan Itu
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji