Suara.com - Kapal wisata dilarang berlayar di Labuan Bajo saat cuaca buruk. Imbauan itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pekan lalu terjadi dua kecelakaan laut di perairan Komodo satu kapal yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Pulau Kambing, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/6) malam.
Sebelumnya satu kapal dengan 24 wisatawan mengalami kecelakaan di perairan Pulau Kambing pada Selasa (28/6) mengakibatkan dua wisatawan meninggal dalam dunia karena tenggelam dalam kecelakaan kapal wisata itu.
BPBD meminta agar otoritas pelabuhan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai untuk tidak mengizinkan kapal-kapal wisata berlayar mengangkut wisatawan saat cuaca buruk guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut.
Peristiwa kecelakaan kapal wisata telah beberapa kali terjadi di wilayah perairan Komodo saat wilayah itu mengalami cuaca buruk.
"Kami sudah minta BPBD Kabupaten Manggarai Barat agar berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan Labuan Bajo agar tidak mengizinkan kapal-kapal wisata berlayar saat terjadi cuaca buruk seperti terjadi saat ini," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur , Ambrosius Kodo ketika di hubungi di Kupang, Senin.
Apabila terjadi cuaca buruk sebaiknya tidak mengizinkan kapal-kapal wisata untuk melakukan pelayaran karena sangat berisiko berlayar dalam kondisi cuaca yang buruk.
"Kita ingin wisatawan berwisata dengan aman. Apabila cuaca buruk tidak memaksakan diri berlayar ke lokasi-lokasi wisata di kawasan wisata Pulau Komodo," kata Ambrosius Kodo. (Antara)
Baca Juga: Hore! Konser BLACKPINK Digelar di Jakarta Tahun Depan
Berita Terkait
-
Sampah Penuhi Taman Wisata Laut Teluk Kupang
-
Banjir Jakarta Meluas Kamis Malam: 46 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam
-
Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim
-
Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan
-
Abrasi Akibat Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Nelayan di Mataram
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka
-
Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Wilayah Paling Terisolir di Aceh
-
KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji
-
Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'
-
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Komunikasi Ridwan Kamil dan Aliran Dana Miliaran
-
Gus Yahya Buka Suara: Tambang Jadi Biang Kerok Kisruh di Tubuh PBNU?
-
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
PBNU Rayakan Harlah Satu Abad di Istora Senayan Besok, Prabowo Dijadwalkan Hadir
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?