Suara.com - Seorang pria bersenjata menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah korban lain di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Denmark, Minggu (03/07) waktu setempat. Setidaknya terdapat tiga orang yang kritis akibat serangan itu, kata kepolisian setempat.
Setalah peristiwa itu, seorang pria berusia 22 tahun telah ditangkap polisi. Dia diduga kuat merupakan pelaku serangan yang memicu kepanikan di mal Field's, Kopenhagen.
Kepala polisi Soeren Thomassen mengatakan motif penembakan belum jelas dan dia tidak bisa menampik bahwa itu adalah "tindakan terorisme".
Polisi mengatakan tersangka penyerang di pusat perbelanjaan itu memiliki senapan dan amunisi ketika dia ditangkap.
Mereka menyebut tersangka merupakan "etnis Denmark". Dia akan dibawa ke pengadilan pada Senin ini.
Tidak ada indikasi keterlibatan penyerang lain, kata polisi, dan para pemilik toko diminta untuk menyimpan rekaman video pengawas yang mungkin mereka miliki.
Pusat perbelanjaan Field's merupakan pusat perbelanjaan mal terbesar di Denmark, yang memiliki lebih dari 140 toko dan restoran. Mal bertingkat ini terletak di pinggiran Kopenhagen, tepat di seberang jalur kereta bawah tanah yang terhubung ke pusat kota.
Baca juga:
- Pelaku penembakan bisa masuk ke kompleks sekolah di Texas 'secara leluasa tanpa terhalangi'
- Jenderal bintang satu TNI meninggal di Papua, pemerintah sebut 'KKB teroris'
- Pelaku dan korban penembakan brutal di Colorado AS diidentifikasi, polisi: 'kejahatan ini membuat mati rasa'
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan Denmark baru saja mengalami serangan yang kejam.
Frederiksen menyatakan turut berbelasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang-orang yang dicintai dalam kejadian ini. Dia berkata ingin mengajak warga Denmark untuk berdiri bersama dan saling mendukung di masa sulit ini.
"Denmark dilanda serangan kejam pada Minggu malam," katanya. "Beberapa orang tewas. Bahkan lebih banyak lagi yang terluka. Keluarga-keluarga yang tak bersalah sedang berbelanja atau makan di luar. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa."
"Kota kami yang biasanya indah dan sangat aman berubah dalam hitungan detik," ujarnya.
Keluarga Kerajaan Denmark juga mengucapkan "simpati terdalam" untuk"para korban, kerabat mereka, dan semua orang yang terkena dampak tragedi itu".
"Kami belum mengetahui sepenuhnya tragedi itu, tetapi sudah jelas bahwa banyak orang kehilangan nyawa dan lebih banyak lagi yang terluka," kata Ratu Margrethe, Putra Mahkota Frederik, dan Putri Mahkota Mary, dalam keterangan pers.
'Dia menembaki kerumunan'
Saksi mata menceritakan para pengunjung mal panik saat tembakan terdengar.
Seorang saksi bernama Emilie Jeppesen mengatakan kepada surat kabar Jyllands-Posten, "Tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja ada kekacauan di mana-mana."
Lisbeth, saksi mata lain, berkata dia bersembunyi di sebuah toko saat terjadi penembakan.
"Kami mendengar tembakan dari sisi lain, dua atau tiga kali tembakan, dan kemudian orang-orang panik dan mulai berlari menuju pintu keluar," katanya.
"Orang-orang masuk ke toko dan pagar etalase ditutup. Kami bersembunyi di belakangnya."
Saksi lainnya, Rikke Levandovski, mengatakan kepada penyiar televisi TV2 bahwa dia bersembunyi di belakang kasir di dalam salah satu toko di pusat perbelanjaan setelah mendengar suara tembakan.
"Orang-orang awalnya mengira itu pencuri, lalu tiba-tiba saya mendengar suara tembakan dan berlindung di belakang kasir di dalam toko," kata Rikke.
"Dia menembaki kerumunan, bukan ke langit-langit atau ke lantai," tambahnya.
Saksi lainnya, Mahdi Al-Wazni, mengatakan kepada TV2 bahwa penembak membawa "senapan yang biasanya digunakan untuk berburu".
Konser Harry Styles dibatalkan
Konser penyanyi asal Inggris, Harry Styles, awalnya dijadwalkan digelar di Copenhagen's Royal Arena, sekitar satu kilometer dari tempat kejadian. Namun pertunjukan itu dibatalkan.
Ribuan penonton konser sudah berada di dalam arena konser dan menunggu Harry Styles naik ke panggung ketika berita tentang penembakan fatal itu menyebar.
Pada pukul 20.00 waktu setempat, penggemar diberitahu bahwa konser akan ditunda selama satu jam karena pihak penyelenggara sedang berdiskusi dengan polisi.
Namun, 90 menit kemudian kerumunan 17.000 orang itu diberitahu bahwa pertunjukan telah dibatalkan karena "masalah keamanan".
Para kru pun langsung mengemasi panggung. Polisi mengarahkan para penonton konser menuju metro dan transportasi umum yang tetap beroperasi.
Tempat parkir mobil terdekat ditutup dan hotel-hotel di area tersebut juga tidak dapat diakses oleh pengunjung.
Styles menulis sebuah pernyataan di akun Snapchat-nya: "Saya dan tim berdoa untuk semua orang yang terdampak dalam penembakan di pusat perbelanjaan Kopenhagen. Saya terkejut."
Tak lama setelah penembakan, keluarga kerajaan Denmark mengumumkan acara perjamuan yang akan diselenggarakan oleh Putra Mahkota Frederik juga dibatalkan. Acara tersebut tadinya diselenggarakan untuk merayakan terpilihnya Denmark menjadi tuan rumah tiga tahap pertama Tour de France.
Beberapa pemimpin negara tetangga mengatakan bahwa penembakan itu mengerikan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terkena dampak.
Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin, mengutuk "tindakan kekerasan yang mengejutkan" itu. Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin, juga menyampaikan "simpati terdalamnya kepada keluarga dan teman-teman dari korban yang terbunuh dan terluka".
Adapun, pemimpin Norwegia, Jonas Gahr Store, mengatakan "pikirannya tertuju pada para korban dan kerabat mereka dan kepada regu penolong yang saat ini bekerja menyelamatkan nyawa".
Peristiwa teror besar terakhir kali terjadi di Denmark pada 2015, ketika dua orang tewas dan enam petugas polisi terluka dalam serangan di pusat budaya dan sinagoga di Kopenhagen.
Laki-laki bersenjata yang mendalangi serangan itu kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Berita Terkait
-
Elkan Baggott Kembali? Rekomendasi Pemain untuk Gebrakan Baru John Herdman di Timnas Indonesia
-
Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Carlos Pena Ungkap Penyebab Hokky Caraka Terpaksa Pakai Sarung Tangan Lawan Persib Bandung
-
Jadwal FIFA Series 2026 Rilis, Timnas Indonesia Siap Guncang GBK Lawan Saint Kitts and Nevis
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh