Suara.com - Viral di media sosial video pengakuan seorang guru honorer yang mendapatkan gaji senilai satu juta rupiah dari dua sekolah tempat ia mengajar. Video ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @bundsthetic pada Rabu (06/07/22).
"Kecil banget ya Tuhan," tulis pengunggah video.
Dalam video yang diunggah, tampak bahwa sosok guru ini sedang berada di sebuah acara televisi.
Oleh pembawa acara, ibu guru ini ditanya mengenai jumlah gaji yang ia terima selama satu bulan. Guru ini pun menjawab bahwa gaji yang ia dapat adalah satu juta rupiah.
"Aku di satu juta bulat. Lebih-lebih dikit, kurang lebih satu jutaan," terang guru honorer.
Pembawa acara kemudian menanyakan, sejumlah gaji yang diterima oleh guru ini apakah berasal dari satu sekolah.
"Itu dari satu sekolah?" tanya pembawa acara.
Guru tersebut pun kemudian menjelaskan bahwa gaji senilai satu juta rupiah tersebut ia dapatkan dari 2 sekolah.
"Dua. Emang aku 2 sekolah. Dua sekolah, satu juta rupiah. Kan emang honornya segitu, mau berapa," ujarnya.
Baca Juga: Sebanyak 3.039 Guru di Bogor Adukan Nasib ke DPRD Setelah Lulus PPPK
Pembawa acara yang merupakan Kiky Saputri dan Marshel Widianto ini pun tampak kaget mendengar pernyataan dari sosok guru ini.
Kiky kemudian menanyakan, apakah sebelumnya guru ini telah mengetahui risiko dari menjadi seorang guru honorer yang belum menjadi PNS adalah mendapatkan gaji yang begitu kecil.
Guru tersebut pun kemudian menjawab dirinya telah mengetahui sejak lama risikonya, tapi ia tetap berkeinginan untuk menjadi guru, karena itu cita-citanya, bukan hanya karena masalah uang.
"Iya, tahu banget. Udah tahu dari awal emang, dari zaman sekolah memang udah tahu. Karena alasannya bukan karena uang sih," pungkasnya.
Video ini pun lantas menuai perhatian dari netizen. Banyak netizen yang turut mendoakan ibu guru ini.
"MasyaAllah, semoga Allah mudahkan rezeki ibu guru. Dapat duit nggak seberapa ya. Tapi insyaAllah ilmunya ibu buat anak-anak jadi berkah," kata netizen.
Berita Terkait
-
Panggung Hajatan Ini Bikin Leher Penonton Sakit, Warganet: Setinggi Harapan Orangtua
-
Warung Lalapan Ini Jual 'Dino Goreng', Menu Terpampang di Bagian Depan, Begini Bentuknya
-
Nyeleneh, Ojol Ini Malah Cari Orderan di Tengah Laut
-
Hujan Deras, Ibu Ini Berjalan Pakai Payung Parasol
-
Putrinya Mau KKN, Sang Ayah Datang dari Kampung Hanya untuk Semirkan Sepatu: Tampang Sangar Penuh Sayang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara