Suara.com - Jamaah haji Indonesia sudah di Padang Arafah jelang puncak haji 2022.
Mereka ada di camp di timur Kota Mekkah. Mereka tiba Kamis pagi waktu Arab Saudi.
Di sana mereka akan melaksanakan wukuf pada 9 Dzulhijah 1443 Hijriah.
Jamaah dalam kelompok terbang 6 dari Embarkasi Lombok merupakan rombongan pertama dari Indonesia yang tiba di Arafah pada Kamis sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi.
Setelah turun dari bus yang membawa mereka dari area pemondokan di Kota Mekkah, jamaah memasuki tenda-tenda di Maktab 1 sambil melantunkan talbiah.
"Alhamdulillah. Semua fasilitas sesuai harapan kami. Tidak ada kekurangan. Alhamdulillah. Ini Kenikmatan dari Allah," kata Zaenal Muttaqien, anggota rombongan yang pertama tiba di Arafah.
Dalam setiap maktab ada delapan sampai sembilan tenda berukuran 10X25 meter yang dilengkapi dengan pasokan listrik, pendingin udara, kasur, dan bantal. Setiap tenda di maktab disiapkan untuk 234 orang.
Toilet untuk laki-laki dan perempuan disediakan di setiap maktab.
Jumlah toilet di setiap maktab sudah diperbanyak menjadi 38 unit dari sebelumnya 21 unit.
Baca Juga: Fenomena Gajah Sumatera Masuk Perkebungan Warga untuk Cari Makan karena Banyak Alih Fungsi Lahan
Selain itu ada tambahan toilet portabel untuk mengurangi antrean pengguna, khususnya di toilet perempuan.
Kepala Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah Kerja Mekkah Mukhammad Khanif sebelumnya menjelaskan bahwa jamaah Indonesia diberangkatkan dari Mekkah ke Arafah dalam tiga trip atau tahapan pada Kamis, trip pertama dari pukul 07.00 sampai 10.00, trip kedua dari pukul 10.00 sampai 14.00, dan trip ketiga dari pukul 14.00 sampai 17.00 waktu Arab Saudi.
Jamaah Indonesia sudah siap dengan perbekalan untuk menginap selama sekitar lima hari di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina sebelum berangkat ke Arafah.
Anggota jamaah Indonesia, yang umumnya membawa koper kecil atau tas gendong berisi pakaian dan makanan kecil, menunggu bus yang akan membawa mereka ke Padang Arafah di lobi hotel tempat mereka menginap di Mekkah. (Antara)
Berita Terkait
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut Hanny Kristianto, Mualaf Center Indonesia Kena Getahnya
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya