Suara.com - Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan pada bulan Muharram, di antaranya yang sering kita dengar adalah puasa Tasua dan puasa Asyura. Bagaimana hukum puasa Tasua dan Asyura ini?
Puasa Tasua dan Asyura dilaksanakan setiap tanggal 9 dan 10 Muharram. Rasulullah SAW menyampaikan, berpuasa pada tanggal 10 Muharram akan bisa mengampuni dosa-dosa selama satu tahun. “Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu,” (HR Muslim).
Berdasarkan hadist tersebut maka keutamaan puasa Tasua dan Asyura sangat besar dan sayang jika kita lewatkan. Namun apakah hukum puasa Tasua dan Asyura itu wajib?
Bagaimana Hukum Puasa Tasua dan Asyura?
Tasua berasal dari bahasa arab tis’a yang artinya sembilan, sementara asyura berasal dari ‘asyara yang artinya sepuluh. Puasa Tasua dan Asyura dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram pada Kalender Hijriyah.
Hukum puasa ini adalah sunnah, yang artinya dianjurkan untuk dikerjakan namun tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya.
Dilansir dari laman Islam NU, Puasa Asyura sudah dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga melakukan puasa Asyura ketika masih berada di Makkah maupun seteleh berada di Madinah.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (Asyura )diagungkan oleh Yahudi". Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan seseatu persis seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: "Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9".
Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 saja tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayangnya, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah SAW telah wafat.
Baca Juga: Niat Puasa Tasu'a dan Asyura, Beserta Tata Cara hingga Keutamaannya
Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram dimaksudkan agar tidak persis seperti yang dilakukan oleh umat pada masa Nabi sebelumya, yaitu Yahudi dan Nashrani.
Jauh-jauh hari setelah Rasulullah SAW wafat, hari Asyura dijadikan oleh kelompok Syi'ah, yaitu kelompok yang sangat mengagungkan Sayyidina Ali dan keluarganya, sebagai hari berkabung, duka cita, dan menyiksa diri sebagai ungkapan dari kesedihan dan penyesalan.
Kebetulan Sayyidina Hussein terbunuh pada hari itu juga, tepatnya di Padang Karbala. Sedianya, hari Asyura diisi dengan ibadah puasa saja sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Tentang keutamaan puasa Asyura Ibnu Abbas menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya adalah bulan Ramadhan)", (HR Al-Bukhari).
Seperti itulah hukum puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram. Setelah mengetahui hal ini, semoga anda tidak melewatkan amalan tersebut.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura, Beserta Tata Cara hingga Keutamaannya
-
4 Keistimewaan Bulan Muharram Menurut Hadist
-
9 Amalan 1 Muharram yang Akan Datangkan Pahala Berkali Lipat
-
Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa yang Melatarbelakangi Tahun Baru Islam
-
Sejarah Tahun Baru Islam dan Kesalahpahaman Tentang Muharram
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil